PENGAJARAN TENTANG MOTIVASI

pak-p

Untuk memahami pengajaran tentang motivasi Ilahi yang benar, maka kita harus
merujuk pada apa yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 12:12, “Bersukacitalah
dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”
Karena itu, untuk memiliki motivasi Ilahi, ada 3 hal yang harus kita miliki:

1. Bersukacitalah di dalam pengharapan. Pengharapan adalah mimpi-mimpi kita. Cara untuk memelihara motivasi Ilahi di dalam hidup kita adalah dengan merenungkan mimpi-mimpi kita terus-menerus.
Bagaimana cara mempraktekkannya? Gunakanlah 3 cara:
(a) Indera pendengaran rohani (auditori). Allah memberikan satu, dua atau beberapa kata kepada kita untuk disampaikan. Jika kita taat, maka Ia akan mengalir lebih banyak lagi.
(b).Indera penglihatan rohani (visual). Ada orang yang lebih banyak mendapatkan pesan profetik melalui bahasa gambar yang ia lihat secara penglihatan rohani.
(c). Indera perasaan rohani (intuisi). Beberapa orang lebih cepat menangkap pesan profetik melalui intuisi-intuisi yang muncul di hatinya. Hal ini akan mendatangkan motivasi yang berapi-api.

2. Bersabar dalam penderitaan.
Pada saat seseorang mengambil keputusan untuk berubah, maka setan berusaha menggagalkannya. Karena itu, orang yang rindu mengalami perubahan akan menghadapi rintangan-rintangan. Bukan penderitaan yang memadamkan semangat kita, tapi jika kita menghadapi penderitaan tanpa memiliki pengharapan. Kenyataan membuktikan bahwa penderitaan tidak akan pernah membuat orang kristen padam. Karena penderitaan dapat membawa kobaran api kebangunan rohani di mana-mana.

3. Bertekunlah di dalam doa
Teruslah berdoa agar mimpi yang diberikan oleh Tuhan menjadi kenyataan. John Wesley berkata, “Tuhan tidak melakukan apapun selain menjawab doa.” Artinya semua yang direncanakan oleh
Tuhan sudah diselesaikan oleh Tuhan di dalam surga atai di alam roh (Ef 1:3),sehingga doa memindahkan apa yang diselesaikan Allah di alam surga ke dalam alam nyata. Itulah sebabnya kita berdoa, “Jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga.” Hanya kuasa doa yang dapat memindahkan mimpi ke dalam kenyataan.
Tetapi untuk mengalami ketiga hal di atas, maka Tuhan akan memanifestasikan karunia-karunia manifestasi Roh Kudus untuk meneguhkan iman kita dan orang lain.

Ada 3 kunci untuk beroperasinya karunia-karunia tersebut:

1. Roh Kudus bermanifestasi jika ada kebutuhan yang perlu
dijawab (Luk 4:18-19).Roh Kudus diberikan untuk menjawab kebutuhan: penginjilan, penyembuhan batin, pelepasan, penyembuhan (tubuh) dan mukjizat, dan untuk pemberitaan Kerajaan Allah. Jadi, Roh Kudus
akan bekerja kalau kita berfokus untuk menjawab kebutuhan tersebut.

2. Roh Kudus bermanifestasi kalau ada iman bahwa karunia manifestasi Roh Kudus telah ada di dalam diri setiap orang percaya (1 Kor12:7). Kesembilan karunia tersebut telah ada di dalam diri setiap orang percaya, dan siap untuk bermanifestasi. Kapan saja kita memberi diri kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain,
maka Roh Kudus pasti bermanifestasi.

3. Roh Kudus bermanifestasi kalau setiap orang percaya mengerti indera apa
saja yang akan digunakan oleh Roh Kudus untuk berkomunikasi dengan kita. Roh Kudus kebanyakan menggunakan 3 indera untuk memanifestasikan yaitu auditori, visual dan intuisi. Mari kita temukan motivasi
Ilahi di dalam membangun satu dengan yang lain.