PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN 2016


GambarSMPK BUDI MURNI Weleri merupakan SEKOLAH UMUM dan bukan sekolah agama. Dari sejak berdiri, siswa-siswanya sangat beragam ekonomi, suku dan agamanya. Bhinneka Tunggal Ika kami junjung tinggi. SMPK sangat menghormati kebebasan memeluk agama. Kurang mampu ekonomi atau kesulitan beaya sekolah? SMPK selalu membantu uang sekolah setiap bulan sampai lulus. Oleh karena itu SMPK Budi Murni menjadi sekolah yang favorit dan mampu bersaing dengan sekolah lain.

Tidak ada tes untuk masuk SMPK,  siapa cepat pasti dapat tempat.

Syarat Pendaftaran mudah:

1.     Lulus / Tamat SD

2.     Mengumpulkan

a.     Formulir pendaftaran yang sudah diisi

b.     Fotocopy akte kelahiran / surat kenal lahir 1 lembar

c.     Fotocopy KK (Kartu Keluarga)  1 lembar

d.     Pas foto 3 x 4 sebanyak 5 lembar

e.     Foto Copy Ijazah 1 lembar

f.      SKHUN  (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) Asli

Untuk Ijazah dan SKHUN dapat menyusul dikemudian hari.

HARI INI MENDAFTAR, Anda mendapatkan Bantuan Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun.

SMP KANISIUS BUDI MURNI JUARA DALAM FLS2N KABUPATEN KENDAL TAHUN 2014


FLS2N 2014FLS2N adalah kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan Nasional yang dimulai tahun 2008. Tujuan dari FLS2N ini adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai bakat di bidang seni, agar dapat meningkatkan skill dan kemampuannya sesuai dengan bidang seni yang dimilikinya. Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan sikap/karakter yang penuh dengan kreativitas, rasa persahabatan dan kebangsaan yang tinggi antar sesama peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pada tahun 2014 ini FLS2N SMP/MTs Kabupaten Kendal diadakan pada hari Senin tanggal 7 April 2014 di Pondok Modern Selamat Kendal. Banyak cabang yang dilombakan, antara lain: Vocal Group, Cipta Lagu, Cipta Cerpen, Cipta Puisi, Lukis, Desain Motif Batik, Musik Tradisional, Seni Tari, Retelling Story. SMP Kanisius Budi Murni Weleri juga ikut berpartisipasi mengirimkan timnya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Puji Tuhan berkat keseriusan dalam mempersiapkan diri akhirnya Vocal Group mendapatkan peringkat / juara II tingkat Kab. Kendal dan Cipta lagu mendapatkan peringkat / juara I tingkat Kab. Kendal. Untuk yang juara I akan berlanjut kompetisi di tingkat Propinsi yang rencana akan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2014.
Vocal Group SMPK Budi Murni ini beranggotakan 5 orang. Personilnya: vocal terdiri dari Ivanna Chyntia Amara (ICA), Ignasia Arnodya S dan Maria Dany. Guitar dipegang oleh K.G. Ariel Pratama. Percusi oleh F. De Bryan Anthoni. Dalam FLS2N tersebut membawakan lagu wajib Melati dan lagu pilihan Jangkrik Genggong yang telah diaransemen ulang oleh Petrus Suranta, S.Si guru IPA sekaligus guru Seni Budaya kelas VIII. Dalam aransemen beliau berusaha untuk membuat warna lagu yang enak didengar tetapi mudah untuk dinyanyikan. Bapak Aryatmono juga ikut terlibat membimbing persiapan demi persiapan terutama dalam memberi warna intrumen yang rancak tetapi tidak keluar dari jiwa lagu yang dibawakan.
Cipta lagu diikuti oleh siswa kelas VIIB yang bernama Kevin Hendinata. Berkat bimbingan dan kerjasama yang baik antara guru, peserta didik serta dukungan dari orang tua, kerja keras itu membuahkan hasil. Di SMPK Budi Murni banyak potensi. Bimbingan dan pendampingan selalu dioptimalkan. Dengan demikian apa yang menjadi target bisa diraih. Demikian nasehat Bp Yohanes Martono, S.Pd guru Seni Budaya kelas VII yang juga Kepala Sekolah SMPK Budi Murni. Disela-sela padatnya kegiatan beliau, pendampingan terhadap siswa terus berjalan.

Menurut Bapak Petrus Suranta, S.Si sukses atau keberhasilan itu dapat dirumuskan sebagai berikut:
Sukses = W + F + S2
Dimana :
W adalah waktu
F adalah focus
S2 adalah sungguh-sungguh.
Secara fisika sukses itu sebanding dengan waktu, focus dan kesungguhan. Ini berlaku untuk siapapun yang akan meraih tujuan tertentu.
Perilaku kerja keras dikenal dengan sebutan etos kerja. Kerja keras merupakan suatu sikap kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan tujuan tertentu. Ketekunan dan keuletan merupakan sikap yang dapat membangkitkan semangat dan dapat mendorong suksesnya setiap cita-cita yang diinginkan. Suatu pekerjaan akan bernilai apabila didasari dengan niat yang ikhlas.

Banyak manfaat dalam bekerja keras yaitu:
1. Dapat mengembangkan potensi diri yang meliputi: bakat, minat, pengetahuan, dan keterampilan.
2. Dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin.
3. Dapat mengangkat harkat dan martabat dirinya.
4. Dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.
5. Kehidupan hidupnya dapat tercukupi.

Semoga dengan semakin eksisnya SMP Kanisius Budi Murni Weleri, masyarakat akan semakin bangga dan cinta, karena usaha untuk menjadikan peserta didik berkualitas semakin nyata dan terwujud. Salam sukses untuk kita semua, SMPK yess…. BUDI MURNI josss!

HASIL OSN SMP TAHUN 2012


OSN SMP TAHUN 2012 sudah diumumkan, selamat bagi semua yang sudah belajar untuk meraih prestasi yang gemilang.

Silahkan download melalui link dibawah ini.

1. UNDANGAN

2. FISIKA PERWAKILAN KOTA/KAB

3. PASSINGGRADE FISIKA

4. BIOLOGI PERWAKILAN KOTA

5. PASSINGGRADE BIOLOGI

6. MATEMATIKA PERWAKILAN KOTA

7. PASSINGGRADE MATIMATIKA

8. IPS PERWAKILAN KOTA

9. PASSINGGRADE IPS

Untuk hasil keseluruhan dapat di download di bawah ini.

1. FISIKA

2. BIOLOGI

3. MATEMATIKA

4. IPS

 

Sumber: http://www.pdkjateng.go.id

 

 

 

 

FESTIVAL PUTRA PUTRI BATIK KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012



Bunga Citra Cintya meraih juara III dan Debora meraih juara harapan I. Sungguh keberhasilan yang luar biasa dimana sekolah swasta bisa meraih prestasi yang gemilang, yang tidak kalah dengan prestasi sekolah negeri. Semoga tahun depan dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Wajah cantik Bunga (kelas VII) dan Debora (kelasVIII) terus tersenyum di panggung dalam pendopo Kantor Bupati Kendal. Mereka adalah siswi SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI yang menjuarai festival putra putri Batik Kabupaten Kendal yang digelar sehari penuh pada Kamis (12/4/2012) pagi hingga sore. Ia berhasil menyisihkan 200an peserta dalam ajang kreasi batik untuk menyambut ulang tahun Kabupaten Kendal ke 407 pada Juli mendatang.

Berdasarkan penilaian 3 anggota dewan juri yaitu Totok Sahak , Fery Setyawan, S. Jayanti dan 1 juri kehormatan yaitu bupati Kendal dr. Widya Kandi susanti MM, CD, M. Arif ditetapkan sebagai juara pertama putra untuk kategori SLTA/ Perguruan Tunggi dengan memperoleh nilai 236. Diikuti oleh oleh juara 2 dan 3 Nur Amara dan Aditya Nugraha. Sedangkan Anggun Bunga Jelita ditetapkan sebagai juara pertama putri setelah berhasil mencapai nilai tertinggi untuk kategori SLTA / Perguruasn Tinggi yaitu 250. Diikuti oleh juara 2 dan 3 masing-masing Dinda Fitri P dan Diah ayuningtyas.

Untuk kategori SLTP putra Juara lomba putra-putri batik 1,2 dan 3 diraih Ardan Rizky M, Bima Wiro, S, dan Priantoni Orlando. Sedangkan juara 1,2 dan 3 putri masing-masing Anisa AK, Kinanti dan Bunga Citra Cintya. Pada lomba kategori instansi dan umum juara 1,2 dan 3 putra masing-masing diraih oleh Rangga, Candra dan Beni. Sedangkan untuk juara putrid 1,2 dan 3 yaitu Galih Hapsari, Rahmawati, dan Era.

Lomba Pemilihan Putra-putri batik dalam rangka menyambut hari jadi kabupaten Kendal ke 407 tahun 2012 itu diikuti 226 peserta. Dalam sambutan pembukaan lomba, Bupati Widya Kandi Susanti, mengharapkan agar event tersebut dapat mengangkat batik Kendal. Sementara itu, Sekda Kendal, Bambang Dwiyono selaku ketua umum panitia dalam sambutan penutupan mengingatkan kepada juara agar lebih meningkatkan kemampuan dan bagi peserta yang kalah agar tidak kecewa.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, yang juga panitia Peringatan Hari jadi Kabupaten Kendal, Drs. Agus Rifa’I M.Pd. mengatakan selain mendapat piala penghargaan, para juara juga memperoleh hadiah uang pembinaan. Masing-masing juara 1.2 dan 3 sebesar 300 ribu, 250, ribu dan 200 ribu. Di samping itu, mereka juga akan dilibatkan dalam Pawai Batik Karnival dalam perayaan hari jadi Kabupaten Kendal nanti.

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK


A. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 – 2 Tahun (12 – 24 bulan)

Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap kecerdasan anak.

Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini :

1. Belajar melalui pengamatan/ mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di sekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyadari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.

2. Meniru orang tua. Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru perilaku orangtua.

3. Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.

4. Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.

5. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu. Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda (kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.

6. Mulai mampu berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.

7. Mampu berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.

8. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata. Pada usia 12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”

9. Cepat menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.

B. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun (24 – 36 Bulan)

Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :

1. Berpikir simbolik. Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.

2. Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).

3. Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.

4. Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.

5. Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.

Referensi :
1. Bee, Helen. 1994. Lifespan Development. HarperCollins College Publisher, New York.
2. Hurlock, E.B. 1978. Child Development. Sixth Edition. McGraw-Hill. Inc. New York.
3. Papalia, Diane E. & Olds, Sally Wendkos. 1989. Human Development. McGraw-Hill Book Company.
4. Santrock, J.W. 1997. Life Span Development. Brown Benchmark Publisher, Madison.
5. Seifert, K.L. & Hoffnung, R.J. 1987. Child and Adolescent Development. Boston : Houghton Mifflin Co.
6. Turner, Jeffrey S. & Helms, Donald. 1991. Life Span Development. Holt, Rinehart and Winston, Inc. The Dryden Press.
7. Vasta, R., Haith, M M., & Miller, SA. 1992. Child Psychologi : The Modern Science. New York : John Wiley & Sons. Inc.

SMPK BUDI MURNI WELERI MOVING CLASS


Moving Class mungkin banyak yang belum tahu, apalagi merasakan. Nah pada saat ini, tepatnya hari Senin,11 September 2011 SMPK BUDI MURNI mengubah sistem pembelajaran kelas dengan sistem yang baru. Jika dulu peserta didik hanya melulu duduk di kelas yang sama selama pembelajaran berlangsung, hari demi hari, minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan, sekarang suasana tersebut tidak ada lagi. Setiap pergantian jam pelajaran, siswa berpindah ruangan sesuai dengan ruangan mapel yang ada. Dengan demikian peserta didik lebih aktif dan gurulah yang menunggu di ruangannya. Mengapa Moving Class itu menjadi alternatif pembelajaran di SMPK? Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk dilaksanakan Moving Class. Menurut M. Darwis Nirwanto, S.Pd dengan Moving Class dapat mengembalikan niat siswa untuk sadar “Mencari Ilmu” bukan hanya menunggu ilmu yang datang bersama dengan datangnya sang Guru.
Dengan Moving Class, bisa menjadi ciri khas sekolah di SMPK BUDI MURNI WELERI. Karena hal tersebut tidak akan ditemui di SMP lain khususnya di Kabupaten Kendal, demikian mengutip pendapat Petrus Suranta, S.Si yang juga merupakan guru Fisika di sekolah tersebut.

“Jika ada yang mau merasakan atau studi banding tentang Moving Class, datang saja di SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI”

Sekolah di SMPK menjadi lebih menarik, karena pada saat-saat pergantian jam pelajaran, akan diiringi music. Semoga suasana tersebut dapat membantu memotivasi belajar siswa.
Setuju?