Arsip Blog

MENGGALI INSPIRASI HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA

HUKUM I NEWTON
”Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap”

Hukum I Newton disebut juga hukum kelembaman (Inersia).
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keadaan tetap bergerak beraturan.

Menurut Hukum I Newton setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu. Sederhananya sebuah benda akan cenderung diam atau bergerak dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhinya”. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita alami adalah peristiwa terdorongnya badan kita ketika mobil yang kita tumpangi tiba-tiba direm. Hal ini terjadi karena badan kita cenderung untuk selalu mempertahankan keadaan, yaitu bergerak. Sehingga pada saat mobil diberhentikan mendadak, badan kita masih tetap bergerak. Contoh lain adalah ketika kita bonceng sepeda motor yang secara tiba-tiba melaju. Apa yang terjadi? Pasti badan kita akan terpental ke belakang untuk mempertahankan keadaannya yang diam.

BETAPA PENTINGNYA SEBUAH MOTIVASI
Jika kita sadari, manusia juga mempunyai sifat inersia/lembam, dimana momen kelembaman atau inersia ini merupakan hambatan untuk melawan percepatan atau perlambatan. Dengan kata lain merupakan keengganan untuk merespon perubahan gerak yang terjadi. Hal ini tidak hanya terjadi secara fisik. Akan tetapi mental kita juga bersifat inersia. Untuk mengubah keadaan supaya terjadi perubahan, sangat dibutuhkan suatu motivasi. Walaupun motivasi tersebut belum tentu mampu untuk melawan sifat inersia kita.
Banyak orang yang sukses dalam hidupnya sangat setuju jika dikatakan rasa malas adalah salah satu penyebab ketidakberhasilan. Walaupun demikian, tidak semua orang tidak menyukai rasa malas, bahkan ada yang sangat menyukai perasaan ini.
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih.
Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup. Di sinilah pangkal persoalannya.

Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup,
maka seseorang hanya bergerak secara naluriah
dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya.
Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif,
menunggu, tergantung pada situasi,
dan cenderung menyerah pada nasib.

Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu.

Hukum I Newton memberikan inspirasi kepada kita bahwa kita takkan pernah berubah atau akan tetap seperti yang kita alami sekarang ketika kita tidak mempunyai dorongan atau tarikan (bahasa fisika = gaya) ke dalam diri kita. Misalnya ilmu kita tidak bertambah, ibadahnya konstan, rejekinya tidak bertambah, temannya itu-itu aja, kehidupannya bermasalah dan banyak lagi yang semuanya seperti kondisi awalnya. Atau mungkin perubahan hidup kita hanya konstan. Situasi ini sebenarnya juga berlaku bagi orang yang sudah bergerak dan mempertahankan nilai geraknya. Tapi tetap saja ia termasuk orang yang merugi karena gerakannya tidak berubah atau dengan kata lain konstan.
Apakah keadaan kita seperti itu?

HUKUM II NEWTON
Jika suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Vektor gaya total sama dengan massa benda dikalikan dengan percepatan benda.

Dengan bahasa lain berbunyi : “ percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda”. Nah bagaimana ini bisa diformulasikan menjadi filosofi kehidupan? Kriteria orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan ini tidak akan didapat hanya dengan mempertahankan sifat kelembaman atau kemalasan kita. Tuhan telah menganugerahkan potensi yang sebanding antar sesama manusia karena tidak ada manusia yang sama antara yang satu dengan yang lainnya. Potensi ini tidak akan teraktivasi sebelum kita mengaktivasinya, yaitu dengan keinginan/motivasi yang kuat dari dalam diri kita dalam bentuk paksaan berupa gaya (tarikan atau dorongan). Besarnya dorongan atau tarikan yang kita berikan akan mempengaruhi percepatan perubahan diri kita. Perlu kita ingat bahwa sesungguhnya gaya atau percepatan itu adalah besaran vektor, selain memiliki nilai juga memiliki arah. Itu artinya gaya yang kita berikan akan menentukan arah perubahan diri kita. Jika tarikan atau dorongan yang kita berikan itu bernilai positif, maka ia akan memberikan perubahan kebaikan yang sebanding dengan gaya yang kita berikan. Hmm…luar biasa bukan?

HUKUM III NEWTON
Dalam hukum ketiganya ini Newton memberikan definisi yang lebih sederhana dari hukum keduanya. Beliau mengatakan bahwa gaya tunggal yang hanya melibatkan satu benda tak mungkin ada. Gaya hanya hadir jika sedikitnya ada dua benda yang berinteraksi. Pada interaksi gaya-gaya selalu berpasangan. Defenisi hukum ketiga Newton ini adalah sebagai berikut:

“Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah”
Atau secara matematis dinyatakan sebagai berikut :
Faksi = – Freaksi¬

Nah bagaimana ini bisa kita jadikan sebagai filosofi kehidupan kita?
Sebenarnya kita hanya butuh perenungan saja dan kita pasti akan mendapatkan banyak sekali pelajarannya. Coba kita perhatikan inspirasi awal dari hukum ketiga ini. Pertama gaya itu tak akan mungkin ada kalau hanya melibatkan satu benda saja atau satu sisi saja. Kedua gaya yang kita berikan akan memberikan balasan kepada kita sebesar gaya yang kita diberikan. Kalau kita coba fikirkan, kita hidup di dunia ini pasti ada tujuannya, pertama tujuan manusia terhadap sesama dan yang kedua manusia sebagai hamba Tuhan.

Posisi pertama ini lebih dekat kepada bagaimana kita mampu menjadi pribadi yang mampu memakmurkan sesama dan melestarikan bumi. Inilah posisi yang saya sebut sebagai hubungan kita kepada sesama manusia dan lingkungannya. Kalau kita pakai prinsip hukum newton ini, interaksi kita kepada sesama manusia akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri kita. Sikap baik kita terhadap lingkungan akan memberikan respon yang baik juga kepada kita. Begitu juga sikap negatif kita juga akan memberikan balasan yang sama. Jadi jika hubungan kita baik dengan alam ini terutama manusia maka tujuan kita sebagai pribadi akan tercapai. Karena kita sebagai pribadi sudah mampu mewujudkan tujuan kita hidup dengan aturan yang telah Tuhan gariskan.

Posisi kedua sebagai hamba Tuhan, ini lebih dekat kepada bagaimana kita mampu menjadi hamba yang selalu taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kalau kita berhubungan dengan Tuhan dengan diiringi niat yang ikhlas, pasti Tuhan akan membalasnya sebesar amal yang kita lakukan dan bahkan lebih besar lagi. Pokoknya setiap aksi yang kita lakukan akan mendapatkan reaksi yang setimpal, sesuai analogi Hukum III Newton, yaitu Faksi = – Freaksi. Tanda minus menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah Faksi.

Demikian sahabat, sekelumit tentang bagaimana materi fisika dapat dijadikan sebagai inspirasi hidup yang baik pada kita. Semoga ini dapat bermanfaat dan dapat ditularkan kepada siapapun termasuk kepada anak didik kita agar semakin dewasa dan bermutu. Salam Luar Biasa!

Petrus Suranta, S.Si
Pengajar Fisika SMPK Budi Murni Weleri

Breaking The Cycle That Breaks Children’s Hearts

Breaking the cycle
that breaks children’s hearts…
their lives … and their spirit.

In order to have more realistic expectations of children, educate yourself about child development. Understand that child development goes in stages. A child needs time to earn new behaviors and practice them consistently.

Recognize the feelings that your child is expressing through her words and actions. Be calm when your child is upset. Treat your child as you would your best friend, with respect, nurturing and love.

Replace physical punishment with more effective behavior strategies. Abusive physical punishment harms a child’s healthy development and destroys the parent-child relationship. Discipline with dignity, on the other hand, teaches your child to respect authority and to develop self-control.

By strengthening adult relationships and seeking counseling to change your patterns of intimacy with other adults, you will achieve greater satisfaction in your personal life and improved relationships with your kids.

Encourage your child’s attempts at independence. Listen to her opinions and take her feelings into account when making decisions. Give your child opportunities to make choices throughout childhood. In doing so, you help her develop a sense of self and the basis for a healthy personality.

Help break the cycle of children being victimized and neglected. Protect children by listening to them and being aware of the risk factors.

A child’s voice is small, ignored and unheard. Raise the volume so that everyone hears their message … They only have one childhood – let’s give them beautiful dreams instead of shattering them!

LOVE

When a lover is fortunate enough to meet his other half, they are both so intoxicated with affection, with friendship, and with love, that they cannot bear to let each other out of sight for a single instant.

Love sleeps on the naked earth, in partaking of his mother’s poverty…. In the space of a day he will be now, when all goes well with him, alive and blooming, and now dying, to be born again by virtue of his father’s nature, while what he gains will always ebb away as fast.

Love is always poor, and anything but tender and fair, as the many imagine him; and he is rough and squalid, and has no shoes, nor a house to dwell in; on the bare earth exposed he lies under the open heaven, in-the streets, or at the doors of houses, taking his rest; and like his mother he is always in distress.

Like his father too, whom he also partly resembles, love is always plotting against the fair and good; love is bold, enterprising, strong, a mighty hunter, always weaving some intrigue or other, keen in the pursuit of wisdom, fertile in resources; a philosopher at all times, terrible as an enchanter, sorcerer, sophist. Love is by nature neither mortal nor immortal, but alive and flourishing at one moment when he is in plenty, and dead at another moment, and again alive by reason of his father’s nature.

KESALAHAN DAN KEKELIRUAN

KESALAHAN DAN KEKELIRUAN
By. Mario Teguh

Kesalahan dan kekeliruan adalah
langkah-langkah yang memang diperlukan dalam proses belajar

Banyak orang menganggap bahwa kesalahan sebagai halangan,
padahal kesalahan adalah alat untuk belajar mengatasi masalah
sehingga kita bisa disebut seseorang yang kelasnya lebih tinggi.

Karena orang-orang dari kelas yang lebih tinggi
dengan mudah menyelesaikan masalah-masalah pada kelas di bawahnya.

Sehingga orang-orang yang dalam perjalanan hidupnya masih membawa masalah-masalah dari kelas di bawahnya sulit sekali untuk naik kelas.

Jadi kesalahan dan kekeliruan adalah
langkah-langkah yang perlu untuk naik,
maka naiklah dengan cara menangani masalah-masalah
pada kelas yang lebih tinngi

MENGAPA SULIT BAGIMU UNTUK MERASA DAMAI?

MENGAPA SUKIT BAGIMU UNTUK MERASA DAMAI?

Sekarang aku mengerti
bahwa tugas utama ku bukan untuk tidak kekurangan,
bukan untuk tidak lemah, dan bukan untuk diketengahkan;
tugas pertama ku
adalah untuk menjadi pribadi yang damai.

Damai jiwa ku adalah kekayaan ku yang pertama.

Jiwa yang damai adalah kekayaan yang utuh,
yang menjadi sandaran bagi semua kekayaan.

Bila jiwa ku damai,
aku tidak harus memenuhi semua aturan kekayaan
yang dipantaskan oleh orang lain untuk diri mereka.

Dengan jiwa yang damai,
aku menjadi cukup untuk diri ku sendiri,
dan apa pun yang kulakukan setelahnya
adalah untuk kebaikan orang lain.

Sumber: Mario Teguh

KUALITAS KEPRIBADIAN SESEORANG

KUALITAS KEPRIBADIAN SESEORANG

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Orang yang “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

DULU HANYA SEONGGOK TANAH

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

***

Sahabat, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.

“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.

APA ITU MOTIVASI HIDUP ?

MOTIVASI HIDUP

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika Anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri Anda. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali Anda menggapai apa yang Anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin Anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:

Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah Anda saat pagi menjelang. Misalnya, Anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat Anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah Anda lakukan kemarin.

Kembangkan Terus Tujuan Anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat Anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu Anda memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup Anda.

Tetapkan Saat Kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan Anda. Sejak Anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika Anda membayangkan ‘ajal’ Anda sudah dekat, maka akan memotivasi Anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup Anda.

Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman Anda, seharusnya mampu membawa Anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat Anda berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini Anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut Anda dengan mencoba mengatasinya. Saat Anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu Anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, Anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.

Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang Anda tempuh. Jika sejak awal Anda sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.

Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, Anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika Anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.

Kesimpulan: motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat Anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, Anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga Andapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup Anda..!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.