CERITA

The Legend of
“BLOODY MARY”
by: Hidate Yoshimouri

Disebuah kota kecil tetapi makmur pasti terdapat beberapa legenda atau mitos yang sangat mencengangkan atau menakutkan. Pada cerita disini akan menceritakan kejadian yang menjadi mitos yang melegenda dan menjadi misteri kehidupan. Dalam cerita ini akan terdapat banyak perubahan tempat, kejadian, dan waktu serta nama.
Cerita ini dimulai beberapa ratus tahun yang lalu, di suatu daerah yang berada di dataran tinggi di Kansas, McCity. Suatu keadaan sangat meyakinkan penduduk bahwa seseorang warga dari satu kota adalah seorang penyihir atau dapat disebut juga dukun. Dalam gosip di kota ini si penyihir sudah memperalat banyak orang. Bagaimanapun caranya. Seperti seseorang yang tiba-tiba bunuh diri dengan pisau ditangannya yang padahal ia sedang mengiris buah di depan umum. Gosip ini dimulai pada saat pria memergoki seseorang perempuan muda sedang menyapu kuburan. Entah kuburan siapa itu. Setelah semakin dilihat ternyata kakinya tidak menyentuk tanah dengan kata lain ‘melayang’. Kemudian perempuan itu terbang menuju gubuk tua milik Mary. Lalu si pria pargi meninggalkan pekuburan itu dengan berlari sekencang-kencangnya. Pagi harinya si pria yang bernama Adam datang ketempat petugas keamanan kota di ‘Street to Hell’. Ia menceritakan sedetil-detilnya apa yang dia lihat dan mengucapkan sumpah ketika ia ditanya yakin. Dengan tegas petugas berkata,” ayo kita berburu penyihir”. Disusul tawa yang menyeringai yang nampak dari lekukan bibirnya yang lebar.
Sorenya penduduk McCity menyerbu pekuburan dengan dibekali samurai dan obor serta banyak yang membawa pistol ataupun benda tajam lainnya. Semuanya berjalan dengan mata tajam memandang gubuk tua milik Mary. Dengan mengacungkan semua senjata yang mereka bawa kedepan gubuk tua Mary seseorang wakil dari rombongan berkata,”keluarlah, keluarlah hai penyihir, jika kau tidak keluar akan kudobrak pintumu”. Setelah beberapa lama tidak ada yang keluar dari gubuk itu, maka didobraknyalah pintu itu. BRUUUAAAK. Warga menemukan Mary dengan keadaan memakai gaun putih. Warga yang kesal langsung menghujamkan tombak ke arah matanya yang lentik itu. Tetapi dengan sekuat tenaga Mary mencabut tombak itu. Belum lama ia kehilangan satu mata kemudian mata yang lainnya terhujam oleh pisau warga. Dengan pisau terhijam di matanya Mary mati di depan kacanya yang besar. Warga yang kurang puas atas perbuatannya itu mulai membakar gubuk tua miliknya. Dengan ajaibnya suatu benda mengkilat seperi kaca melayang di atas bakaran gubuk tuanya. Tiba-tiba saja seorang maju kedepan dengan mata yang hitam berteriak ‘BLOODY MARY, BLOODY MARY, BLOODY MARY’. Setelah orang itu berkata demikian diikuti seluruh warga. Dengan rintihan yang tak tertahankan mata dari semua warga seperti terbakar terkena lahar. Dan kaca yang melayang diatasnya pun hilang lenyap begitu saja.
Anehnya ada satu orang yang tidak terbunuh oleh kutukan 3kali Bloody Mary. Yaitu Andreas Petrelli yang pingsan akibat pukulan pacul yang menghantam kepalanya. Saat dia siuman terdengar pekikan menyedihkan dari bakaran gubuk tua itu. ‘Bloody Mary, Bloody Mary, Bloody Mary’. dan tiba-tiba kilat menyambar tubuh Andre. DUUUUUAAAAARRR. Bukannya mati tetapi Andre malah bangun lagi dan mendapat berkat kekuatan yang melebihi kekuatan manusia biasa. Dan Berkat itulah yang membuatnya tidak bisa mati walaupun menyebut nama ‘kau tahu siapa’ tiga kali dan hidup higga ratusan tahun.

Empat ratus kemudian di Kota McCity tempat kota yang menjadi legenda ‘kau tahu siapa’. Dan selama empat ratus tahun itu para penduduk saling bertukar data di internet mengenai Legenda Bloody Mary. Sehingga selama empat ratus tahun itu banyak yang membuat Novel seperti: ‘Sometime else’, dan ‘Witch of Mary’. Dan semakin banyak juga sekarang. Banyak anak-anak yang memainkan legenda tersebut sebagai tantangan ‘uji nyali’.
Kejadiannya berawal saat Candy sedang bermain bersama teman-temannya dikamar. Dikamar Candy membaca buku tentang legenda Bloody Mary. Teman-temannya yang kurang percaya tentang legenda itu menyuruhnya untuk mencobanya di kaca kamar mandi.
“Hey Candy kamu mau membuktikan jika legenda itu benar bukan”.
“Apa, apakah aku berkata demikian. Rebecca”.
“Berarti kau takut menghadapi cermin tak bernyawa itu kaaan”, ledek Claire.
“Aku tidak takut! apakah aku kelihatan seperti takut”, bentak Candy tepat di kuping Claire.
“Kalau begitu buktikan bahwa kamu tidak takut, pergilah ke kamar mandi denagn lilin ini”, kata Claire.
“Baiklah aku akan pergi”, desah Candy.
Dengan perlahan Candy menyusuri gang demi gang di dalam rumahnya untuk menemukan kamar mandi yang ingin ia jadikan tempat uji nyalinya yang pertama. Pertama-tama ia melewati kamar ayahnya kemudian melewati kamar kakaknya hingga sampai kekamar mandi dengan selamat. Setelah sampai kekamar mandi Candy meletakan lilin besar seukuran kepalan tangan didepan cermin. Mula-mulanya ia ragu-ragu untuk mencoba, dia mengejamkan mata terus-menerus hingga dia berkata,“Bloody Mary”. Belum lama ia menyebutkan satu kata bulu kuduknya berdiri. Kemudian ia lanjutkan dengan kata kedua, “Bloody Mary”. Tiba-tiba dari cermin yang tak mempunyai kipas angin mengeluarkan angin yang lirih seperti ketika kita sedang berpapasan dengan orang. Dan kata yang ketiga, “Bloody Mary”. Betapa kagetnya Candy ketika melihat sosok hitam dengan rambut panjang berada tepat dibelakangnya melewati cermin. Ketika bayangan itu ingin keluar dari cermin tiba-tiba, “BAAAA”. Teman-temannya berada dibelakangnya yang dari tadi mengikutinya ke kamar mandi.
“Hey, jangan main kaget-kagetan begitu dong”, teriak Candy.
“Habisnya kamu serius bange sih”, kata Claire. Belum beberapa saat terdengan suara.
“HEY JANGAN RIBUT INI SUDAH MELEWATI JAM MALAM, AYO TIDUR”, Kata Pak Isaac.
“Ya Pak Isaac. Kami akan segera tidur”, kata Rebecca.
Mereka bertiga menuju kamar Candy. Candy mulai menceritakan apa yang ia lihat.”Mungkin kalian tidak percaya bahwa aku hampir saja mati jika kalian tidak mengkagetkan ku tadi, aku sangat berterimakasih padamu dan padamu”, kata Candy sambil menunjuk kedua temannya satu-satu.” A..a..a…pakah itu benar”, kata Claire setengah takut. “Ya benar”, jawab Candy Singkat.
Belum lama saat kamar mandi ditinggalkan Candy, Pak Isaac masuk. Saat dia menyalakan lampu terlihat jelas bayangan hitam yang menempel dinding dari kaca. Setelah dia berpaling bayangan itu sudah tidak ada. Dan tiba-tiba saat ia melihat kaca, dia melihat matanya dengan perlahan-lahan terbakar dan meletus dengan sendirinya, sehingga matanya berlubang. saat itu Molly kakak Candy yang pertama melihat ayahnya mati dengan mata berlubang langsung berteriak, “AAAAAAAAAAAA”. Dan dimulailah legenda baru ratusan tahun dari ‘Bloody Mary’.

Berita tentang kematian Pak Isaac sudah menyebar dengan cepat. Hingga sampai di surat kabar NewPollis, Kansas. Berita itu sampai kemata Iant Nakamura dan ‘Andreas Petrelli’.
“Andre kemari, aku mendapat berita yang menarik”, kata Iant sekalian memanggil Andre.
“Memangnya apa menariknya berita yang kau baca itu hah”, tukas Andre agak galak.
“Seseorang terbunuh dan matanya berlobang seperti meledak dan ditusuk tombak”, kata Iant yang membaca koran di dalam mobil.
“Apaaaaa….., itu sama dengan kejadian tepat empat ratus lalu, di McCity. ooooooh gawat”, kata Andre sambil berpgangan pintu mobil.
“Apanya yang gawat dan mengapa kau tahu itu di McCity, lalu siapa pelakunya”, tanya Iant .
“Ini perbuatan Bloody Mary”, Bisik Andre.
“Haah, aku tak percaya. Tak mungkin dia muncul lagi, toh dia sudah menjadi legenda. Dan bagaimana kau tahu ini, tepat empat ratus tahunnya”, jawab Iant setengah tak percaya.
“Karena aku sudah hidup lebih dari 400 tahun dan aku juga saksi mata akan legenda ini kau mengerti, tapi jika kau bertanya, tunggulah setelah kasus ini selesai ok”, jawab Andre dengan nada datar.
“Jika begitu ayo menuju McCity”, teriak Iant .
Andrepun melesat dengan cepat menuju pintu kemudi dan mengemudikan mobilnya. Dua sahabat yang sudah bersahabat selama 8 tahun itu menuju McCity, tempat kelahiran Andreas Petrelli. Dan perasaan Iant Nakamura masih diliputi pertanyaan tentang kejadian 400 tahun yang lalu di McCity. Sedangkan Andre sendiri menangis karena rindu kampung halaman serta marah akan roh ‘kau tahu siapa’. Perjalanan berjalan dengan mulus dan lurus dengan canda tawa yang menyelimuti perjalanan mereka.

Setelah sampai tempat tujuan, yaitu rumah Pak Isaac. Andre langsung menerawang apa yang sedang terjadi di dalam rumah itu. Sedangkan Iant hanya makan sandwich di dalam mobil. Setelah menemukan apa yang sudah terjadi Andre langsung pergi ke rumah Pak Isaac tanpa membuka pintu mobil. Iant yang sudah lama bersama Andre biasa-biasa saja melihat dia melakukan atraksi yang begitu-begitu, toh pintunya nggak pernah rusak. malah masih disegel dan belum dibuka dari pertama kali beli.
“Hey, Andre mau kemana kau”, tanya Iant yang penasaran.
“Aku mau masuk, banyak orang didalam sana”.
“Banyak orang, semoga salah satu dari mereka bukan ‘kau tahu siapa’. Ha..ha..ha”, jawab Iant sambil makan sandwich yang dari tadi belum habis.
“yaah semoga saja”, desah Andre.
Sesudah itu Andre dengan gerak cepat, sangat cepat dan super cepat menuju depan rumah yang jaraknya 200m dari mobil. Tok-tok-tok, Andre mulai mengetuk pintu. Krieeet pintu pun terbuka dan dibuka oleh seseorang gadis yang amat cantik yaitu Claire Bennet anak bungsu dari Pak Noah Bennet.
“Hiks, ada pa ya…”, tanya Claire sambil menangis karena temannya sedang bersedih.
“Ehm, apakah Candy ada?”Tanya Andre dengan nada suara agak diubah serak.
“Ada tapi dia sedang syok, dan berbicara yang aneh-aneh”, jawabnya setelah agak tenang.
“Bicara yang aneh-aneh, dan syok apa maksudnya”, tanya Andre sok tidak tahu.
“Ya, setelah ditinggal wafat ayahnya dia jadi syok dan bicara ngelantur, dan nglanturnya itu yang mengerikan dan membuat bulu kita berdiri semua,” jawab Claire.
“Ehm, bicara mengerikan maksudnya”, tanyanya lagi.
“Kalau mau tahu nanti di dalam, kalau boleh tahu anda itu siapa ya?”selidik Claire.
‘Gawat belum mikir nama samaran’, batin Andre memikirkan nama samaran. “aha’ batinya lagi setelah dapat nama samaran yang pas.
“Nama saya Peter Petrelli, mau bertemu Candy”, jawab Andre ngawur.
“Ayo kita kedalam agar anda bis lihat keadaan Candy”, jawab Claire sambil masuk kedalam.
Andre kemudian masuk kedalam rumah Candy. Dan menemukan anak bungsu Pak Isaac dengan keadaan menangis tanpa air mata, mungkin air matanya sudah habis merenungkan nasipnya 2 hari ini. Tiba-tiba Andre mendengar isi hatinya:
“Bloody Mary, Bloody Mary, Bloody Mary, Bloody Mary…..”, berulang-ulang tanpa henti hingga dia munimpun Candy masih membatinkan kata-kata itu. Dan…
“Berhenti batinkan kata-kata itu, kata-kata itulah yang membuatnya hidup hingga saat ini. Jadi berhentilah sebelum …”, belum selesai Andre bicara sepupu Candy Monica tiba-tiba mendorong Andre hingga terjatuh.. Ketuanya langsung terlibat perang mulut yang sangat dasyat.
“Cukup, jangan ganggu dia. Dia berkata yang sebenarnya, aku memang membatinkan sesuatu. Dan bagai mana kau tahu aku membatin itu aa.. nama anda siapa”.
“Peter, Peter Petreli”, jawab Andre dengan nama samaran.
“ya, Peter, bagaimana caranya”, selidik Candy akan kekuatan Andre-Peter.
“Entah tapi aku bisa saja, hmm bisa dibilang bakat”, kata Andre-Peter dengan gugup.
“OK aku juga punya bakat, bakat menangis”, kata Candy sambul sesenggukan.
Kemudian Andre mengajak Candy kedepan rumah untuk bicara berdua dan menjauhkannya dari cermin, maklum dia lebih berpengalaman daripada orang lain. Dihalaman tepatnya di kursi taman keduanya berbincang-bincang.
“Ehm, Candy tadi aku dengar kau memikirkan ‘kautahusiapa’ ya kan”.
“Bagaimana kau tahu aku memikirkan Blo….Hmph”, belum selesai bicara Candy si bekap oleh Andre.
“Mengapa kau bekap aku, itu keterlaluan”, bentak Candy kepada Andre.
“Diam, kau lihat itu. dikaca yang menempel pohon”,bisik Andre. Tiba-tiba bayangan berada tepat di depan cermin tersebut. Wushhh. dan hilang. Kemudian Andre menjelaskan apa yang terjadi kepada Candy.
“Itu adalah bayangan ‘kautahusiapa’ yang kau sebut baru sekali, jika dua kali dia akan berlari keluar dari cermin dan akan merasakan seperti angin, kau pernah merakannya”.
“Ya..ya…ya… di kamar mandi”, jawab Candy semangat.
“Dan yang ketiga dia akan berada di belakang badan siapa yang memanggilnya. Jika kau tidak segera pergi maka nasipmu akan seperti Ayahmu”, Jelas Andre kepada Candy.
“Jadi yang menyelamatkanku adalah teman-temanku, jadi teman-temanku yang akan mati!”, kata Candy kaget.
“Ya, …. . kalau boleh tahu bagaimana urutan teman-temanmu itu, dari Claire- Rebecca, atau Rebecca-Claire”, tanya Andre lebih rinci.
“Aku tidak tahu, waktu itu aku sempat kaget dan karena ruangan petang jadi aku tidak bisa melihat secara langsung, siapa yang duluan atau belakangan. Maaf”.
“Tak apa, Aku akan menyelamatkan mu dan teman-temanmu itu dengan temanku juga”.
“siapa itu”.
“Sebentar”, jawab Andre dengan memejamkan matanya mentelepati Iant agar datang di depan rumah memakai mobil dan juga mengingatkan jika memanggilnya Peter. Tapi. ZZZZaap.
“Helo Peter, apakah kau memanggilku?”, tanya Iant yang tiba-tiba muncul di depan dua orang yang sedang asyik mengobrol.
“APA, bagaimana kau melakukan itu, dan siapa kau”, tanya Candy dengan tergagap-gagap.
“Aku Iant Nakamura, aku teman seperjalanan Peter. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya”, pinta Iant memelas. Ia bilang begitu karena leluhurnya Hiro Nakamura mati karena diketahui keberadaannya oleh musuhnya, Sylar. Tapi dugaan Iant meleset.
“Tidaaaaak, aku akan bilang….”, belum selesai ngomong Candy ditutup matanya oleh Andre – Peter. Dan setelah beberapa detik membekap mata Candy ia melepasnya, yaa sekitar 7 detik Andre – Peter berbicara pada Iant .
“Heh kalau keluar jangan begitu dong, kau tahu kan jika semua orang tahu kekuatanmu. Kau bisa mati”, bentak Andre – Peter dengan nada biasa.
“Yaaa, aku minta maaf. Lalu kau apakan Candy hingga pingsan begitu, dan mengapa tanganmu merah”, tanya Iant mengalihkan pembicaraan, karena jika tidak begitu Andre akan terus mengamuk.
“Aaa, dia baru mengalami mimpi buruk. Aku menyerap ingatannya tentang mu dan aku. Jika begitu ayo kita pergi”, bujuk Andre.
Kemudian Andre memegang pundak Iant untuk berteleportasi kedepan mobil. Zzzzaaap. Setelah sampai masuklah mereka kemobil. Iant dengan menghilang dan muncul di dalam mobil, sedangkan Andre dengan menembus pintu yang belum bisa dibuka. Dalam perjalanan mereka mengobrol tentang apa yang diobrolkan Andre dengan Candy.
“Emm, Andre tadi kau mendapatkan berita apa”, tanya Iant .
“Ternyata yang membunuh ayah Candy adalah ‘kau tahu siapa’, aku memang tidak habis pikir bagaimana anak di seluruh dunia yang memainkan pemainan itu tidak ada yang sampai mati, tetapi di kota ini malah menghebohkan”, kata Andre sembari berfikir.
“Bagaimana jika rumah yang mereka tempati adalah bekas tanah dari gubuk tua Mary, kita harus membuktikannya, kembali kesana. Kecepatan penuh”, kata Andre setelah berfikir dan membelokan mobilnya serta melaju dengan kecepatan penuh.
“Hey, Andre mobil ini hanya bisa melaju hingga 130kmh, tapi mengapa jarumnya melewati angka itu dan kau tak mengemudikannya. ini bukan mobil otomatis”, sentak Iant takut.
“Ooooh tidak, temanku ternyata bodoh juga ya, jika kau mau tahu. bacalah daftar kekuatanku”,jawab Andre enteng.
“Ooooh, jadi ini kah yang dinamakan technopath, kekuatan berbicara dan mengontrol benda elektronik”, jawab Iant tenang.
“Hehehe.. bagaimana, hebatkan “my power”. kata Andre sombong.
“Emm, Yan. katamu Hiro Nakamura itu, leluhurmu”, tanya Andre dengan mata pesimis.
“jika kau bertanya, tunggulah setelah kasus ini selesai ok”, kata Iant dengan kalimat sama sdengan kalimat Andre.
“Hey, perasaan itu kata-kataku”, kata Andre agak marah.
Dari jalan yang mulus lurus itu muncul seorang hantu nenek-nenek yang memakai tongkat. Kontan mobil berhenti mendadak.
“Hey nek, kalau jalan yang agak cepat”, kata Andre pada si nenek hantu itu.
Nenek hantu yang mukanya hancur, berantakan. dan banyak belatung di matanya itu menjawab,” sopan sedikit dong dengan orang tua.”.
“Hoi nek, kami akan segera berangkat menemui hantu juga, jadi cepatlah jika berjalan”, bentak Iant . Tapi anehnya nenek hantu yang tadinya berjalan lambat jadi sudah di hadapan Iant .
“Memangnya siapa hantu yang ingin kamu temui itu hah”, kata nenek hantu dengan nafas bau bangkai.
“Roh dari Mary, ‘Bloody Mary”, kata Iant tegang.
“Apa…terkutuklah dia. dialah yang membuatku menjadi seperti ini. Sejak dia melantunkan kutukan tiga kali namanya, dia jadi legenda. Dan sampai sekarang tidak ada saksi hidup dari kejadian 400 tahun silam. tidak ada”, kata nenek itu sedih.
Andre yang mendengar perkataan itu mendekati nenek dan berkata.
“Nek, apakah anda mengenal aku”, kata Andre sambil berlinang air mata.
“Siapa kau…. apaaakah.. kau.. ka… uu.. Andre ”, kata nenek dengan linangan air mata juga.
“Nenek Sanders”, kata Andre juga dengan memeluk neneknya .
“Andre, mengapa engkau tak tua-tua. apakah kau mendapatkan kekuatan tak terbatas seperti kakekmu itu”, tanya nenek Niki kepada Andre dengan dahi saling bersentuhan.
“Yaa. nek. Tapi aku harus pergi ke McCity secepatnya untuk membunuh penyihi itu”, kata Andre setelah tangisannya terhenti.
“baiklah, kuizinkan engkau untuk berangkat membunuh penyihir itu. Tapi jika ada maslah yang tidak dapat kau hadapi panggil saja kamu dengan kata, ‘abarasta Niki na Peter lavioza’ maka kami berdua akan membantumu, mengerti”. kata nenek Niki. Andre hanya mengangguk pelan dan pergi ke barat menuju McCity. Dalam perjalanan Andre meneteskan air mata ketika mengingat pertemuan terakhirnya dengan kakeknya. Iant yang melihat itu juga iba, tapi apa gunanya jika ingin menenangkan. Andre jika sudah menangis tunggu sampai tidak menangis baru di tenangkan.
Ketika hampir kehabisan bensin mobil Andre mampir ‘gas stop’ milik Gray DeSi-Re, dengan akrab Andre berkata.
“Des, tolong isikan 10 liter”, kata Andre enteng,
“Hey Ndre, kita hanya punya uang 30 dolar tidak cukup untuk membayarnya”, bisik Iant .
“Kamu lupa aku ya, selama 400 tahun aku makan gratis, tidur dihotel bintang 6 gratis, pokoknya semuanya gratis”, kata Andre berbisik. Tiba-tiba dari arah depan mobil berdiri gadis dengan perawakan sexy dan mendekati Andre.
“Ndre, gimana kalau malam ini kita bersenang-senang. Kita pijat-pijatan kayak dulu kau disini aku disitu”, Kata Ayunda Gabriel sambil menyentuh buah dadanya yang besar.
“Maaf lain kali saja, aku lagi sibuk. tak bisa melayanimu”, Andre langsung melaju dengan mobilnya meninggalkan Gray DeSi-Re dan Ayunda Gabriel. Tiba tiba terdengar suara dari pangkalan bensin,”AAAANNNDDREEEEEE, BENSIN BELUUM DIII BAAAAYYAAAAAR!”, dengan jari telunjuk menunjuk arak mobil Andre yang melaju dengan kencang.
Dalam perjalananpun mereka sempat menemukan seorang teman seperjalanan. Dia berpenampilan perawakan kurus, pecandu rokok, mempunyai tato di tangannya yang berbentuk segitiga dan bernama John Constantine. John diajak saat Andre dan Iant sangat membutuhan seorang teman dan membantu mereka untuk memburu hantu.
“hay John, sudah berapa lama kau berburu hantu”, kata Iant dengan tenang.
“Emm, sudah dari umurku 20 tahun. saat itu aku ingin bunuh diri dengan meminim racun. Tetapi mau bagaimana lagi langit tak menerimaku bumi juga tak mau menelanku jadi yaaah beginilah hidupku, bekerja sebagai pemburu iblis”, jawab John sambil merokok.
“Wooooohuu, heebat sudah berapa lama kau hidup”, tanya Andre nyaring.
“eeee, selama 20 tahun. mungkin kurang , aku tidak suka menghitung umur. Bahkan ulangtahunku saja aku tidak ingat”, jawab John sambil tertawa.
Dalam perjalanan itu ketiganya berbincangibincang dengan riang gembira. Membuat pertanyaan yang emnarik dan lucu, tapi satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh dua sahabat itu ‘jangan beritahu John bahwa mereka ingin membasmi Bloody Mary.
Setelah sampai didepan rumah Candy yang sunyi lengang dan tidak ada suara. Hanya terdengar sayup-sayup suara angin malam yang menembus kesunyian. Dengan langkah perlahan ketiga teman itu mengendap-endap masuk kepekarangan rumah Candy yang sepi. Tapi dalam pekarangan sepi John pun masih berbincang-bincang dengan teman yang baru ditemuinya, entah siapa tapi dia berbicara sendiri. Keadaan itu pun membuat bulu kuduk Iant sempat beridiri. Tetapi untuk Andre tenang-tenang saja, entah mengapa ia bisa setenang itu dan sempat-sempatnya menyanyi. Setelah sampai di depan teras, hawa mistikpun sempat mengelus-elus tengkuk ketiga orang yang berdiri di depannya.
“Hey, Andre kita mau kemana, mengapa suasananya ramai seperi ini”, tanya John bingung.
“Ramai, bagaimana kau menyebut tempat lengang seperti ini disebut ramai. Memang siapa yang berpesta di tempat lengang seperti ini”, bentak Andre pelan.
“Yaah seperti yang kutanya namanya katanya Candy, Claire, dan banyak lainnya”, kata John tenang.
“A..a..a..apa. Candy katamu..”, belum selesai Andre bicara terdengar batinan seseorang dari belakang.
‘Andre aku Candy, dia membunuhku, dia membunuhku, dia membunuh semua orang yang ada di rumah ini, aku takut Andre. maka aku mengadakan pesta ini untuk menyenangkan suasana hariku. tolong aku, aku tersiksa disini, aku terkurung’
‘di mana kau sekarang, dan siapa yang membunuhmu’
‘aku dibelakangmu, dan yang membunuhku adalah Bloody Mary’
“Apa, kau membawa aku kesini hanya untuk memburu ‘kautahusiapa’, dan mengapa kau tak memberitahuku bahwa kau akan memburunya. dan aku mengaku bahwa……. aku juga sedang memburunya, ibuku dibunuh olehnya semua keluargaku juga, jadi ayo kita berantas hantu itu”, kata John semangat. Andre dan Iant yang mendengarnya jadi bingung sendiri.
“Jadi kalau begitu ayo kita masuk. Tapi ingat jika terjadi apa-apa urus sendiri”, kata Andre mendahului masuk kedalam rumah Candy.
“Tunggu, isi pelurumu dengan peluru plastik, perburuan ini akan memakan banyak peluru. Jadi percuma membuang peluru perak atau garam batu”, cegah John.
“Iya juga ya, jika ‘kau tahu siapa’ masuk cermin kita harus memecah cermin, jadi jika menggunakan peluru perak, percuma saja jika tidak kena”, jelas Iant .
“Baiklah jika begitu kita pakai peluru karet, cepat ganti semua peluru menjadi peluru karet”, kata Andre.
Semuanya maju kedepan pintu, dengan hati mantap. Ketiganya merasakan hawa-hawa hentu yang berkeliaran kesana-kemari. Dengan hati-hati Iant membuka piintu. KREEEEEET. Udara dalam ruangan memang sangat berbada dengan udara di luar tadi. Atmosfer di dalam seperti atmosfer didalam kuburan. Disekeliling mereka hanyalah cermin-cermin yang tergeletak. Seluruh ruangan padam dan tak ada terang sedikitpun. Dengan pelan-pelan Andre menyalakan tangannya menjadi api atau ‘pyrokenesis’.
“Tolong dikecilkan lagi terang lampunya”, bisik John.
“Baiklah”, jawab Andre.
Mereka berjalan menyusuri ruangan, gang demi gang, hingga sampai di depan gang dengan lantai mayat keluarga Candy yang matanya berlubang tertata rapi berjejer. Dari anak tangga paling atas tiba-tiba muncul bayangan hitam dengan rambut yang panjang menutupi muka. Ditangan sebelah kanan menggenggam boneka yang sudah terlepas kepalanya. Dalam kegelapan sosok itu sangat nyata tetapi setelah disinari oleh Andre sosok itu menghilang, jika api dipadamkan sosok itu muncul lagi. Ketika diperhatikan dengan teliti kakinya tidak menapak lantai. Dengan pelan sosok itu melayang ke lantai atas. Andre, Iant , dan John berlari mengejar sosok hitam melayang itu ke lantai atas. Setelah sampai ke lantai paling atas bayangan hitam itu berdiri di atas kaca yang tergeletak tak berdaya di lantai. Dengan pelan-pelan bayangan itu masuk kedalam cermin yang hitam itu. DOR, DOR, DOR. Belum belum Andre sudah menembakan tiga tembakan karet ke arah bayangan tersebut. Dengan sekali kedip bayangan itu sudah lenyap tak berbekas kecuali boneka yang dibawanya tadi.
“apa yang kau lakukan, itu akan mengganggunya. Jika kau menggangunya dia akan menyerangmu”, jelas John. Belum lama John menerangkan tentang hantu itu kaki Andre ditarik menuju arah kamar mandi, Iant mengejar Andre dengan teleportasi sedangkan John menunggu kedua temannya kembali dengan keadaan selamat.
Saat Andre diseret kedalam, sekilas Andre melihat bayangan hitam yang tadi ditembaknya didepannya. Setelah diseret kedalam kamar mandi, Andre di rentangkan di tembok, dan dia tak dapt menggerakkan tangan dan kakinya meskipun kekuatannya di kerahkan semuanya, percuma. Aku tidak akan hidup lagi, batinnya dalam hati.
Secara perlahan-lahan namun pasti, tangan dari Mary masuk kedalam mata kiri Andre, masuk dan lebih masuk lagi sehingga genggaman tangannya lenyap ditelan mata Andre.
“AAAAAKH, TIDAAK. AAAAKH”, teriak Andre kensang. Kemudian mata kiri Andre dipecah menggunakan pisau, dengan cara mengorek-orek matanya dengan pisau dan ditusuk berulang-ulang. Disaat Mary menusuk-nusuk mata Andre, Iant pun datang dengan membawa padang Kensei. Melihat temannya di siksa Iant memejamkan matanya dan waktupun berkenti kecuali Andre dan Iant . Iant membawa Andre ke atas, di tempat John berada sekarang. Di lantai atas Andre digeletakan di atas papan triplex. Kemudian dengan teleportasi Iant memindahkan kedua temannya ke mobil.
Sesampainya di dalam mobil, waktupun berjalan. John pun dapat bergerak dengan leluasa. Tetapi dia kaget sewaktu melihat Andre terkapar tak berdaya seperti itu.
“Apa yang terjadi padanya, heh Yan. Apa yang terjadi dan mengapa aku disini”, tanya John bingung.
“Kau ada di mobil, Andre dibantai oleh ‘kau tahu siapa’ didalam. Untung aku menemukannya, dan dia belum mati. Lihatlah matanya”, jawab Iant .
Dengan lambat laun mata Andre membentuk suatu sel dan membuat sebuah bola mata yang baru, dua duanya. Ternyata ini yang disebut ‘cell generation’ batin Iant . Setelah kedua matanya terbentuk.
“AAAAHH”, Andre menghirup nafas yang pertama kali selama seperempat jam ini. “Dimana aku, dan dimana Si Bloody Mary itu”, tanya Andre setelah hidup kembali.
“Sudahlah tidak usah dirisaukan, besok kita lanjutkan kembali. Lagipula keadaanmu belum sembuh benar”, kata John menenangkan Andre. Tapi memang Andre kepala batu, dia tetap ingin pergi kerumah itu.
“Aku akan pergi, apa kau tahu. Cara membunuhnya adalah pada saat hari peringatan ia di bunuh. Jadi apakah kau ingin tinggal diam di sini”,bentak Andre.
“Baiklah untuk membalaskan dendam ayah dan ibuku aku siap berkorban”, kata John mantap.
“Ok. untuk sahabatku”, kata Iant .
Kemudian mereka bertiga berteleportasi ke dalam rumah itu. Ditempat yang semula, yaitu loteng atau lantai atas. Dengan dibekali peluru asli ketiga sahabat itu akan mempertaruhkan nyawanya, untuk membasmi hantu kaca itu. Dengan derap langkah John dan Iant sedangakan Andre melayang di atas anak tangga. Pelan-pelan namun pasti semuanya berada di tengah-tengah rumah Candy.
Tiba-tiba muncul bayangan hitam di kaca disamping Andre, dan dengan gerak reflek yang dia pelajari. Dikeluarkanlah tembakan petir dari telunjuk Andre. PYARR. Terdengar suara pecah.
“Awas, dibelakangmu”, teriak John sambil menunjuk bagian belakang Andre. Sesosok bayangan terbang membawa kembali Andre menuju kamar mandi. Karena Andre tak mau kalah kedua kalinya Dikeluarkannyalah Es dari tangannya langsung kearah muka si hantu kaca. Dan setelah kena, si hantu kaca itu membeku dan hancur berkeping-keping, Andre merasa dirinya menang. Ketika dugaannya meleset, bukan dia yang diincar oleh hantu kaca, melainkan John.
Hantu kaca itu menarik John keatas dan menjatuhkannya kebawah. Begitu berulang-ulang hingga John pingsan tak berdaya. Iant yang melihat temannya dibegitukan, dikeluarkanlah pedang Kensei dengan sinar biru muda. Ditebaskannyalah pedang itu di badan hantu kaca. Tapi keanehan yang terjadi, bayangan itu hilang lenyap seketia itu juga.
“AAAKHH, ti.ti..dak mu..mung..kin. Ahh”, tiba-tiba hantu kaca muncul dibelakang Andre dan menusuknya menggunakan pisau yang digunakan untuk mencabik-cabik mata Andre tadi.
“Andre ingat kau tak mungkin menang dariku, tidak akan pernah”,kata hantu kaca.
“Aku tidak mungkin kalah darimu, aku tak mungkin kalah”, desah Andre kesakitan.
“Kau akan kalah, kau akan kalah, kau akan kalah”,bisik hantu kaca.
Dari kekalutan itu Andre berkata,
“Niki…na….Pe..pe..ter…la..vio..zaaaaa”, dan munculah kabut warna biru, dan dari dalam kabut tersebut munculah dua orang dengan cara melayang. Peter dan Niki. Aura merekapun saangat besar dibandingkan aura Andre. Dari tubuh mereka keluar Aura berwarna merah tua. Dengan tangan mengganggam pedang “Ban-kai”, mereka mulai menginjakan kaki mereka kelantai.
“siapa kau, mengapa kau muncul setelah dia mengucapkan sebuah kata”, kata hantu kaca.
“Kami kesini hanya ingin menyelamatkan cucu kami, jadi lepaskan bila tidak ingin terjadi apa-apa denganmu”, getak Peter.
“kau tak bisa mencegahku, tidak akan pernah bisa”,kata hantu kaca sombong.
Niki yang tidak tega mendengar suaminya diolok-olok menebaskan pedangnya kearah hantu kaca itu. Tetapi apalah daya, dengan hantu yang sudah berkembang selama 400 tahun, hantu itu hilang seketika. Dan.
“Apa, Peter bagaimana ini bisa terjadi. Hantu itu sangat cepat.”desah Niki.
“Dengar .. Akh”, kata Andre sambil berdiri setelah lukanya yang lebar itu agak sembuh.”Dia sudah berkembang, dia belajar mengatasi para pemburu hantu di dunia ini. Dengan arti, selama empat ratus tahun ini, dia berkembang dengan cepat..Uhuk..Uhuk..”.
“Ya memang dia memang berkembang, dulu dia memang sangat lemah. Tapi mengapa harus seperti ini jadinya”, kata Peter agak keras. Tapi tiba-tiba.
“Akh…ahh”, kepala Andre tertancap pisau yang dari dati dibawa si hantu kaca. Dan dalam sayup-sayup angin Peter mendengar ‘ingat kau tidak akan bisa mengalahkanku, ingat itu. Tidak akan bisa’.
“Apa, Andre… bangun Andre jangan mati.. hiks..hiks”, kata Niki sambil menangis.
Tapi dari arah berlawanan muncul Iant . dengan membawa padang kensei ditangan kirinya.
“Hey caramu muncul itu mirip dengan temanku, Hiro Nakamura, apakah kau keturunannya”, tanya Peter.
“Yaa, ternyata dunia begitu sempit sampai-sampai aku bertemu teman leluhurku”, jawab Iant dengan tawa.
“Ya begitulah. Hey nak, tolong bawa teman-temanmu ke luar, aku akan meledakan rumah ini”, kata Peter.
“Teman-teman, dan anda sendiri bagaimana”, tanya Iant bingung.
“gampang, bawa juga Niki, Cepat”, getak Peter dengan teriakan.
Dengan sekali kedip Iant, John, Andre serta Niki berhasil dibawa keluar. Dan rumah itu pun meledak. DUUAAAR. Puing-puing rumah terbang kemana-manam, dan ada satu kaca yang tiba-tiba melayang dengan sendirinya diatas rumah yang baru saja diledakan Peter. Dan lenyap. Setelah itu Peter muncul dihadapan keempat orang yang berada 500 meter dari arah rumah.
“Rumah sudah kuhancurkan, jadi kita bisa punya waktu untuk memulihkan tenaga, sedangkan aku dan Niki akan kembali ke dunia lain”, setelah berkata begitu Peter mengajak Niki yang sedang menangis ke alam lain. Tetapi sebelum ia berangkat, Peter menyembuhkan Andre serta menarik pisau yang menancap di kepalanya, dan menghidupkannya kembali.
Setelah Andre hidup, Peter dan Niki sudah tidak ada lagi. Iant pun menjelaskan apa yang terjadi pada Andre sedetil-detilnya. Naah, Setelah kekuatan Andre pulih benar dia menghidupkan John yang nyawanya sudah mulai diterima surga dan neraka. Lalu Andre menuju Dapur.
“AAAAAH”, John menghirup nafas yang pertama kali selama satu hari ini, dari yang mukanya pucat sekali menjadi agak merah dan kembali seperti semula.”Oohh, kepalaku.. terasa… pusing. Iant dimana aku dan dimana Andre. Aku ingin membalas dendam”, kata John bergurau.
“Apa balas dendam, bukannya Andre yang menyelamatkanmu dari kematian”, jelas Iant.
“Maka dari itu, aku yang sudah mulai ‘leyeh-leyeh’ di kursi bis menuju surga. Eh dia malah menarikku menuju dunia fana ini. Tapi tak apa.. aku..juga berterimakasih kepadanya”, kata John.
Tiba tiba dari balik korden muncul Andre dengan melayang dengan gaya tidur menuju arah John dan menanyakan keadaannya.
“Hey, kau sudah sembuh”, tanya Andre sembari makan sandwich buatan Iant.
“Sudah, dan terima kasih atas pertolonganmu”, kata John agak malu.
“Hey John, kau sudah tahu siapa teman yang akan menjadi kawan baru kita. Tapi ingat dia membawa mobil sendiri tidak menebeng kita”, kata Andre.
“Hei mana kutahu, dari tadi aku mengkhawatirkan kamu. Bagai mana aku bisa berfikir”
“Kau itu bukan tahu, tapi tempe”, ejek Iant
“Sudah-sudah, mau denger informasiku atau tidak”.
“Ya, lalu siapa yang kan kita ajak untuk ikut misi ini”, tanya John dan Iant kurang serempak.
“Hey, jangan tiru kata-kataku”, Bentak Iant pada John.
“Kau yang menirunya, aku hanya mengatakan isi kepalaku”, sahut John.
“Otak dong”, kata Iant sambil tertawa.
“Yang ingin kita ajak adalah Sam dan Dean, mereka akan naik limosin. Dan mereka pernah mengalahkan Bloody Mary 1 kali”, terang Andre.
“Haaaaaaah”, jawab John dan Iant bebarengan. dan lagi-lagi perang pecah.
“Sudah aku bilang kamu itu jangan suka ikut kata-kataku”, bentak John.
“Kamu sendiri yang mengikutiku” SREEEEEK, kata Iant sambil mengeluarkan pedang Kenseinya.
“sudah jangan bertengkar atau kubunuh kalian”, kata Andre dengan telapatinya kekepala Iant dan John.
“Ma..ma…maaf. Bukan maksudku bertengkar”, sesal Iant.
“ok kalian kumaafkan, tapi lain kali akan kubunuh kalian”, kata-kata Andre meresap kedalam hati Iant dan John.
“kita disini ingin melajutkan pembicaraan kita mengenai Sam and Dean khan”, terus Andre. “mereka pernah kalah dan menang karena beruntung”.
“Haaah, jadi mereka pernah kalah dan menang karena beruntung. Waduh mengapa jadi ribut begini”. kata Iant.
“Hey kalian berdua rukun ya, aku mau keluar dulu”, kata Andre sembari meninggalkan rumah dengan menghilang.
Jadi mereka semua berunding di ruang tamu itu untuk beberapa soal yang aneh. Sedangkan Sam dan Dean mempunyai kesulitan dalam perjalanan yaitu kesasar. Bukannya ke McCity malah kelewat 3 kilometer menuju perbatasan Kansas.
“Hey Dean, kita mau kemana”, tanya Sam terheran-heran setelah bangun. Ternyata mereka nyasar karena Dean tidak tahu arah.
“Ke McCity kan, ini jalan yang benar”.
“GOOOBLOOOK, jalan ke McCity sudah kelewat 3 kilometer”.
“Apaaaaaa, kita sudah melewatinya”, kata Dean kaget kemudian memutar mobilnya.” Ok pakai sabuk pengamanmu, kita tancap gas”.
Dengan menaiki limosin mereka menuju arah yang tadi sudah mereka lewati. Kembali ke Andre. Di apartemen yang dibangun Andre int dan John mendengan suara klakson mobil yang sama tetapi bersaut-sautan. Hal itu membuat Iant dan John penasaran, dengan melangkah keluar. Daaan.
“APAAAAAA”, teriak Iant dan John bersama-sama.
“Bagaimana mobil baru yang aku bawa ini, dan semua dari pabrik. Asli 100 persen”, kata Andre yakin.
“Tapi buat apa kau meambawa tiga dan dari mana kau mendapat uang untuk membel 3 mobil BMW keluaran terbaru dengan alat pelacak jarak jauh yang dikendalikan oleh salah satu mobil yang diciptakan”, terang Iant.
“Aku mencurinya, dan semuanya sah. Bahkan aku membawa surat pernyataan”, terang Andre singkat. “dan ini akan kubakikan ke kalian sebagai mobil pribadi kalian, sedangkan aku membawa mobil pelacak”.
Dari kesenangan itu tiba-tiba muncul mobil warna hitam. Andre, Iant dan John bingung siapa yang datang. Andrepun menggunakan penerawangnny untuk melihat siapa yang didalam, ternyata dua orang. Kedua orang tersebut keluar dan menanyakan pertanyaan kepada Andre.
“Apakah anda kenal Andreas Petrelli, kami mencari orang itu”, kata Sam.
“Ya, saya sendiri yang bernama Andreas Petrelli”, kata Andre.
“Benarkah itu, kami mencari kalian selawa sehari ini. Kami Sam dan Dean”, jawab Sam senang sedangkan Dean duduk termangu di dalam mobil, Tidur.
“Hey, Dean bangun kita sudah sampai, bagaimana kau ini baru sebentar berhenti sudah tidur didepan setir”, kata Sam membangunkan Dean.
“Sudah-sudah nanti aku gotong dia, kita masuk dulu”, kata Andre. Sam mendahuluinya masuk rumah, sedangkan Andre menggunakan telekinesis untuk membawa Dean kedalam kamar. Sam yang melihat itu bingung. Sedangkan Iant yang barusaja hilang muncul di sofa dengan membaca komik Naruto 43 yang habis dicurinya langsung dari Jepang. Itu juga membuat Sam bingung. Apalagi melihat tato milik John.
“Andre orang-o..”, belum selesai bicara Andre memotong pembicaraan.
“Ya disini memang orangnya aneh-aneh, aku bisa segala kekuatan, Iant bisa mengendalikan waktu, John bisa bicara pada “setan”, dan kau . seharusnya kau memiliki kekuatan yang hebat tapi kau tak mampu mengembangkannya, iya kan”, kata Andre panjang.
“Tapi apa masalah kita dan mengapa kau panggil kami kesini”, tanya Sam
“Memang kau belum kuberitahu”
“Memang aku baru diberi tempe”, jawab Sam ngawur. Iant dan John tertawa terbahak-bahak dan Dean tertawa ditempat tidur.
“Kita ingin membicarakan “BLOODY MARY”, kata Andre dengan sedikit melayang.
Dengan termangu-mangu Sam mulai memahami apa yang dikatakan Andre. Mengangguk-angguk ketika Andre bertanya ‘mengerti’, geleng ketika ia tidak tahu.
Kita kembali ke Bloody Mary. “Sialan, bagaimana dia tahu mantra itu, sedangkan aku yang sudah mencoba beribu-ribu kali belum sekalipun aku berhasil, tapi bagaimana dia yang baru tahu mantra itu langsung bisa menggunakannya ….”.
“Hanya karena satu alasan”, tiba-tiba ada suara laki-laki yang memotong kata-kata Mary. Van Helsing, dia mengikuti jalan sesat karena sahabatnya dibunuh oleh iblis, jadi dia manggabungkan diri dengan setan-setan agar jika ada kesempatan ia dapat membunuhnya.
“Apa itu”,tanyanya
“Keturunan – ya, keturunan. Andre mempunyai hubungan darah dengan Peter dan Niki, sedangkan kau ‘tidak akan punya’”, kata Van Helsing merapatkan bibirnya di telinga Mary. Walaupun Mary bisa mengalahkan Andre yang memiliki kakuatan luarbiasa tapi dia tidak bisa apa-apa pada Van Helsing karena dalam sejarah Van Helsing pernah membunuh 5000 pasukan “Vampire” dengan satu busur, lima anak panah, dan satu pedang. Sekarangpun ia masih mempunyai 5 anak panah yang dapat membunuh 500 pasukan Vampire dengan satu tembakan.
“Maksudmu Andre adalah keturunan dari Peter?”
“Ya, perhatikan nama belakangnya, sama. Petrelli”, mendengar hal itu Mary sangat kaget dan berteriak mengata-ngatai Andre.
Disisi lain Andre yang merasa dirinya dibicarakan bersin, sehingga Sam hampir terbang.
“Apa yang kau lakukan, baunya pete’. “, kata Sam marah.
“Rasanya ada yang membicarakan diri aku”, jawab Andre.
“Aku-aku, ku aja kali”, jawab Iant menyindir.
Jadi, mereka ber-lima membicarakan hal-hal supernatural selamasatu minggu tanpa keluar rumah, karena makan sudah disiapkan Andre bahkan juga menggunakan ilusi untuk refreshing. Sam dan Dean sangat menikmati pelayanan yang sangat memuaskan itu. Bahkan setiap hari dalam seminggu itu Andre memberikan pelayanan yang meningkat levelnya. Iantpun dapat bagiannya ‘komik Naruto dari vol. 1 hingga tamat, komik Conan vol. 1 hingga tamat, bahkan yang ass’. Dean diberi senjata lengkap dengan satu peluru emas yang tak pernah habis. Dan Sam dalam seminggu ini dilatih Andre dengan keras, sehingga menghasilkan kemampuan yang baik, seperti: berpindah tempat, menggerakan benda, merasakan firasat jahat atau cenayang, dan terbang. Sedangkan John dapat pelajaran yang mendalam dari Dean, seperti berpindah tempat ke neraka tanpa bantuan kucing, dan lainnya. Dean juga diajari John bagaimana berbicara pada setan, sehingga dia mempunyai banyak teman.
“Hey Andre bagaimana caramu menembus tembok, ajarkan padaku”.
“Sam, kekuatanmu hanya sebatas itu saja. jika ditambahi lagi kau akan meledak, seperti yang kualamai 139 tahun lalu di New Delhi. Maka jangan paksakan kekuatanmu itu”, terang Andre.
“Begitu ya, maaf deh kalau aku terlalu memaksa”, sesal Sam.
“Ya, santai saja”.
“Hey, aku ingin jajan dulu”, Kata Sam sambil menpuk pundak Iant, setelah itu ia mengilang bagaikan hantu. Dan muncul di sebuah mall.
“Wao sudah 3 tahun aku tidak ke mall. Ternyata banyak yang berubah”, kata-kata Sam pelan. “Aku ingin makanan ringan, permen dan……”, kata Sam sambil berkeliling. “Handphone baru”.
Kemudian Sam berkeliling melihat-lihat toko yang kiranya menjual apa yang dipikirkannya tadi. Tapi tiba-tiba ditengah jalan Sam merasakan firasat buruk akan terjadi pada keempat sahabatnya itu dengan tanda me4mbanyangkan sesuatu secara spontan bahwa Bloody Mary datang dengan seseorang laki-laki berbaju hitam dan membawa panah dan pedang dan berperang dalam rumah. Buru-buru ia mengambil apa yang dimau lalu pulang dan melaporkan apa yang dilihatnya tadi.

“Tidak salah, karena mereka akan melakukn apapun untuk mendapatkan darahku agar dapat memanggil keluargaku. Tapi tak-akan kubiarkan itu terjadi”, kata Andre dengan terbang dan terbakar, saat itu kekuatannya sudah hampir 60 persen.
“Sudahlah Andre, kita bersiap saja apa yang akan datang satu jam lagi. Kita ber-5 harus tenang menghadapai masalah seperti ini. Jika kita tegang kita akan gegabah dan kalah, maka dari itu tenanglah dan pikir positive bahwa kita akan menang”, kata Iant menenangkan Andre.
“Benar kata Sam, kita harus berfikir yang bik-baik, jadi turunlah dan minumlah ini”, Kata John menyodorkan miniman dingin. Akhirnya bujukan mereka berempat berhasil, Andre mau turun dan meminum air putih pemberian John.
Dalam satujam ini semuanya berunding, apa yang akan mereka lakukan. John dan Iant mulai menyimpulkan serangan apa yang mereka lakukan nanti, dan menggambar sketsa wajah pria yang akan datang bersama Mary. Dan apa yang menjadi ketakutan Andre pun terwujud.
“Va..Va…Van Hell..”, belum kegugupan Andre hilang Tiba-tiba B. Mary mendobrak kediaman mereka bersama “Van Helsing”.
“Ya, itu memang aku”, kata Van Helsing tegas. Wajah Andre langsung pucar pasi. Sedangkan Sam langsung sakit kepala ketika mengetahui niat jahat Mary. Jahat sekali, batinnya.
Tiba- tiba dari arah belakang tampak Iant dengan pedang kenseinya menusuk jantung Van Helsing. SRAAAAAAKKKKK. Bunyi pedangnya menusuk baju besi Helsing. Tapi, aneh, Helsing pun. “Hahahahahahahahahaha….., sangat menarik, sangat menarik. Seorang dengan pedang 400 tahunnya menusuk jantungku. Sangat menarik”, Kata Van Helsing lantang. “A..a…a…pa, Ba…ba…ba..gaimana kau bisa…bisa…..”, belum selesai bicara Iant di sambar pedang Helsing. Dan “DEGGG”, “waktu berhenti, hahahaha. Hampir saja”, canda Iant agak gemetar.
“Dasar, sedang tegang begini malah bercanda”, sentak Andre yang tak terpengaruh, juga Sam. Tapi Dean, John, Mary, dan Helsing. Diam tak bergeming.
“Ouuch, kepalaku. HHHhaaaaaaah. Mengapa semuanya diam”, kata Sam penasaran.
“Santai saja, waktu yang menghentikan mereka”, kata Iant.
“TREEEEEK, SREEEEEKK” Iant mencabut pedangnya.”Bagaimana bisa pedang kensei tak bisa membunuhnya, padahal kutusuk tepat dijantungnya”
“Yan, dia pengikut setan. Dan hanya John saja yang bisa membunuhnya. Dia berteman dengan Lucifer. Pendekar neraka”, kata Andre.
“Apa…aduh…dia…ouch…berteman dengan Ksatria neraka itu”, kata Sam dengan memegang kepalanya yang agak baikan.“Ya, itu adalah aku”, Kata John.
“Apaaaa, bagaimana kau bisa bebas, dan kau bercahaya merah”, kaget Iant.
“Hehehe..berkat temanku yang dari tadi kau bicarakan”, kata John sambil merangkul temannya yang bercahaya merah. “Lucifer”.
“Halo, apa kabar”, kata Lu, dengan nada keras.
“Eh..emm. baik”, kata Iant gagap
Dengan pelan Lucifer menuju Mary dan Van Helsing, Tanpa berjalan. “Jadi ini penjahatnya, kalian tahu bahwa nyawanya sudah berada dalam neraka. Aku sendiri yang memperbudaknya menjadi pembantu pribadiku”, kata Lu sambil memegang kepala Helsing.
“Aaapaaaa”, kata Iant. “Ouch, kau tahu itu sakit”, rintih Iant setelah rusuknya disodok Sam.
“Dari aku ketemu kau, kata yang paling banyak kudengar darimu adalah “Apaaaaaa, AAAAApaaa” dan hanya itu saja. Tidak ada yang lain”, kata Sam.
“Maaf, nanti aku ganti menjadi ‘Haaaaah”, kata Iant sedikit bercanda.
“Aku akan bereskan penjahat yang satu ini, dia mempertaruhkan nyawanya untuk memuja setan dan menjadi setan”, kata Lu kemudian memasukan tangannya kedalam paru-paru Van Helsing. Pada saat itu Iant melepaskan waktu dan rintihan Van Helsing terdengar. “Aaaarkh, Aaaaaarkh, tubuhku ….. kaku”. Dan Mary yang melihat itu kabur dengan terbang kencang, tahu seperti itu Lu tak mengejar. Itu karena Mary dan Van Helsing lebih bahaya Van Helsing. Tapi karena kurang puas akan Van Helsing, Sam mengejar Mary dengan kecepatan seribu Nos.

BWIIIIIING. Bunyi Sam ketika terbang seperti bunyi seribu pesawat jet. Dari kejauhan benruknya seperti angin topan besar. Karena ia mengeluarkan kekuatan begitu besar di tengah jalan ia kehabisan kekuatan dan kembali ke rumah untuk memulihkan tenaga. Dengan terbang lambat Sam kembali ke rumah yang jaraknya sudah 1000 mil.
TAP. Suara kaki Sam saat mendarat di rumahnya yang baru itu. Dengan lunglai Sam masuk dan mendaratkan diri ke sofa.
“Bagaimana hasilnya Sam, nihil”, kata Iant.
“Yaaaah”, kata Sam mendesah.”Gagal total”., lanjut Sam.
“Kasihan kau, sudah mengerahkan tenaga begitu besar yang akupun tak berani melakukannya”, kata Andre.
“Ya, terpaksa”, kata Sam dengan kaki bergetar karena lemas. “Brrr, digin sekali disini”.
“Apa katamu, disini sangat panas. Apa kau sakit”, teriak Iant.
“Hey, siapa yang sakit”, kata Andre.”Dia hanya kehabisan tenaga dan lemas, minggir semua. Aku akan memulihkan dia”, kata Andre kemudian menuju tempat duduk Sam.

bersambung…………..

Satu Tanggapan ke “CERITA”

  1. hidate youshimouri Berkata:

    nih lanjutannya. udah nunggu khan…..

    …………………………….. Setelah setengah jam Sam dipulihkan oleh Andre.
    “Aaah, aduuh, mataku. mataku hampir copot. Kepalaku, berat”, rintih Sam.
    “Sam, kau jangan mengerahkan kekuatan melebihi batas sperti itu lagi. Untung saat ini ada aku, jika tidak. Saat kau mengerahkannya kau akan mati sia-sia”, terang Andre.
    “Terima kasih ya”, kata Sam sambil menidurkan kepalanya ke bantal.
    Saat itu hari menjelang malam, keluarga pemburu setan sedang mencari-cari data tentang yang namanya hantu, khususnya Bloody Mary. Si John mencarinya dengan bantuan setan???? (setan nyari setan). Iant mencarinya dengan pergi ke warnet. Sam dan Dean dengan laptop mereka. Dan Andre, dia mencari dengan laptop hologram dengan panjang lima meter dan lebar tiga meter. Dipasangnya pun tak tanggung-tanggung, didepan perapian. Dengan teknik layar sentuh.
    “Bagaiman Sam , sudahkah kau mendapat informasinya”, tanya Andre pada Sam.
    “Belum, tapi aku mendapat banyak artikel dan cerita-cerita yang mengisahkan ulah dari Bloody Mary, dan setelah kubaca ternyata ceritanya banyak yang direkayasa”, kata Sam sambil gelng-geleng.
    “APAAA!!!”, teriak John. “Bagaimana bisa, mengapa kau bisa, dan bisa. Ah. Bagaimana kau bisa tidak dapat informasi dari Mary!, teriak John memarahi setannya.
    “Maaf bos, kami hanya dapat foto-fotonya aja, kata bos bukti yang kuat”, kata salah satu setannya dengan menundukan kepala.
    “Foto? Foto yang bagaimana yang kalian dapat?”, tanya Andre pada setan-setan. Sentak setan-setan pada tersenyum karena ditanya oleh yang terkuat diantara mereka.
    “Seperti ini”, mereka menunjukan foto Mary yang sedang membuat berbagi macam senjata, tubuh palsu, rambut, wajah, dan obat bius tingkat tinggi. Andre yang melihan foto itu merasa senang dan menghadiahi setan-setan tubuh baru.
    “Teman-teman, lihat ini”, kata Andre setelah measukan foto-foto itu ke laptopnya yang super besar. Berulang-ulang dia memperbesar gambar dan menggantinya sesuai urutan yang benar.
    “Menurut mata-mata saya yang mengintai Mary yaitu ini”, dia menunjukan sebuah microchip yang dapat terbang. “Dia menemukan alamat setan yang akan mereka buru itu. “Alamatnya yaitu, Jl. Scarecrow No. 13, Kita akan kesana setelah kita menyiapkan senjata-senjata kita yang baru, Siap”.
    “SIAAAAAP”, jawab Sam, Dean, Joh dan setan-setan. Dan beberapa detik kemudian Iant datang dengan membawa Pedang kensei yang sudah berubah wujudnya menjadi ‘Tenza’z Kensei’, “Siap”.
    Kemudian mereka membuat berbagai eksperimen yang sangat berbahaya, misalnya meledakan bom nuklir, radiasi gamma dan sebagainya. Dan hasilnya, mereka mempunyai senjata masing-masing yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Setelah melewati berbagai persiapan mental, akhinya mereka sudah siap lahir batin.
    “Baiklah, sekarang kita menuju ke kediaman Mary dan , jangan gegabah……..”, kata Andre.

    “Ndre, jangan cepat-cepat, tunggu”, kata Sam mengejar terbangan Andre.
    “Jangan lamban, ayo sebelum radarnya mengetahui jika kita kesini”, kata Andre
    “Betul kata Andre, kita harus cepat”, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing bagi mereka berdua ‘Iant’.
    “Hei, bagaimana kau bisa terbang, sedangkan dimana baju lamamu, dan mengapa kamu memakai baju yang robek-robek”, Kata Andre bingung.
    “Hei kaupun bisa menggunakannya, tinggal bilang “BANKAI”, dan jadilah begini dan akupun bisa mengalahkanmu, aku pergi bukannya mau cari informasi tapi ingin memperoleh kekuatan yang melebihimu”, kata Iant menyombongkan diri.
    “Akan kucoba”, kata Andre sambil memejamkan mata. “BANKAI”, “BAN….KAAAAAAI”. Tiba-tiba Iant merasakan kekuatan yang 1000kalilipat melebihi kekuatannya. WUUUUSSSHHHH. Seluruh awan menghilang bak ditiup dewa. Iant yang melihat seperti ini Tak bisa berkutik.
    “Lihat, bagaimana? Aku bisa melebihimukan, Bankai ini kan kunamai ‘Aizen’. Lihat bagaimana aku terbang”, kata Andre sambil terbang menjauh dengan kecepatan 10.000 knot/mil, atau sama seperti 100kali kecepatan suara.
    “Hiii…Wauuu. Hebat. Aku juga mau mencobanya”, kata Sam sambil merem, dan. “BANKAI….BANKAI….BAN…KAIII”, dan hasilnyapun diluar dugaan. Kekuatannya 10 kalilipat melebihi Iant.
    “Hahahah, aku bisa melebihimu. Dan kau tertinggal”, kata Sam menyombongkan diri.
    “Bankai ini akan kunamakan “BANKKAI”. haha, hebat”.
    “Baangkai?, Ya sudah ayo sekarang kita ke Mary. Kita tinggal Dean dan John yang sedang naik mobil”, kata Iant sambil terbang menyusul Andre.
    Sedangakan didalam mobil. “Wah, mereka cepat sekali. Apakah limosinmu bisa ikuti mereka?”, tanya John.
    “Bisa saja, lihat ini”, Dean mulai membuka tempat minum yang ternyata isinya campuran dari nuklir-nos-turbo-bensin, yang dia racik saat persiapan mengadapi Mary kemarin.
    “Pasang yang erat sabuk pengamanmu, kita akan terbang”. Kemudian tombol disamping kemudi Dean ditekan. Mobilpun berubah menjadi punya sayap dan double knalpot. Sekali tekan gas mobil melaju seperti kekuatan Sam.
    Mereka menempuk jarak sekita 300 mil. Itu sama seperti 900 kilometer. Tetapi dengan perbekalan seperti ini mereka dapat menuju tempat itu dengan waktu lima menit. Selama lima menit itu mereka tidak berbicara satu sama lain karena diselimuti dendam-dendam membara.

    Setelah menempuh perjalanan 900 kilometer, mereka menemukan tempat yang sudah dimata-matai oleh Andre dan John. Dengan pelan, Andre, Iant, Sam turun diatas atapnya, John dan Dean mengerem mobilnya pelan-pelah hingga tak tedengan suara.
    Tapi apa daya, Mary memiliki perlengkapan supercanggih dari hasil pencuriannya. Radarnya memberitahunya dua menit yang lalu. Dan dalam waktu dua menit ini, dia dia mempersiapkan apa yang perlu dipersiapkan. Mulai dari cermin, tubuh palsu , senjata, dan obat-obatan. Sehingga pada saat mereka datang Mary sudah membekali dirinya dengan senjata.
    Kembali pada Pemburu Hantu, Andre mulai melobangi atap dengan laser yang keluar dari matanya. Pelan-pelan tapi pasti. Setelah terbuka Andre, Sam, dan Iant masuk dengan melayang perlahan-lahan. Dean dan John pelan-pelan mendekati pintu dengan senjata api rakitan Dean. Pelan-pelan dibuka pintunya
    “KRIIEEEEEEET”. “Sial pintunya berbunyi keras sekali”, bisik John.
    “Benar, pintu sialan”, bisik Dean.
    Tapi, seseorang tiba-tiba muncul dibalk puntu dan hendak, mencengkeram John yang berada tepat didepan pintu. Lama-lama tangan itu mendekat-mendekat-mendekat menuju kerah John. Dan tangan yang satunya lagi menggenggam kepala Dean. Siapakah itu?

    John yang menyadari keberadaan makhluk ta dikena itu langsung meloncat kebelakang. Dan ketika diperhatikan, ternyata kedua tangn itua dalah Sam.
    “Hey, Sam Jangan membuatku kaget begitu dong”, kata Dean setelah sadar akan apa yang dilihatnya.
    “Ayo masuk, mereka sudah menunggumu”, kata Sam.
    “Mereka, mereka siapa? Apakah yang kau maksud itu Iant dan Andre”, kata John. Tapi Sam tidak menjawab apa-apa, malah sperti tertawa menyeringai. Saat melihat itu, John teringat apa yang dikatakan setan-setannya. Boneka.
    “Dean jangan, dia hanya boneka. Jangan masuk. Dean”, triak John.
    “Apa kau bilang, Sam boneka”, kata Dean sambil melihat muka Sam.
    Memang benar, apa yang dilihat oleh Dean itu. Muka Sam memang mirip. tetapi terdapat beberapa jahitan dimatanya. Yang membuatnya lebih menakutkan dari sebelumnya adalh dia tidak memiliki telinga. Tetapi karena posisi Dean sangat dekat dengan Sam. Dean ditarik kedalam daerah yang gelap.
    “John, toloong. Joooohn…..”, teriakan Dean lama-lama tak terdengar.
    “Bagaimana ini, aku harus memanggil Andre, Iant, dan Sam yang asli”, katanya kemudian memanggil setan-setannya
    “Sekarang kalian cepat memanggil Andre, Iant dan Sam yang asli”.
    “OK, bosss”, kata setan-setan serempak.
    Setelah berkeliling rumah, setannya menemukan ketika orang itu.
    “Hey kalian, kalian semua dipanggil oleh John. Katanya ada masalah penting dan berbahaya”.
    “Apa, penting. OK. Ayo, Sam, Nakamura”, perintah Andre.
    Mereka kembali menuju, depan rumah.
    “Hey, ada apa John”.
    “Dean, Dean, De..”, kata John terbata-bata.
    “Kenapa, dengan Dean, John. Mengapa”, kata Sam kuatir.
    “Dean, diculik Mary. Dia menyeretnya menuju rumah itu”, kata John.
    “Baik, sekarang kita masuk kedalam dan hancurkan rumah itu”, kata Sam dengan mengeluarkan aliran aura yang merah membara.
    “Baik”, kata yang lain.
    Mereka masuk kedalam dan kedalam lagi sehingga memasuki ruangan keluarga yang sangat gelap.
    “Hey, mengapa tidak ada penerangan disini”, kata Iant.
    “Baik, aku akan membuat penerangan buatan”, kata Andre kemudian mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengeluarkan hantu bola api. Sehingga ruangan itu menjadi terang benderang.
    “Kalau begini bagaimana, aku memerintahkan bolaku agar memenuhu semua ruangan dengan terangnya”, kata Andre.
    “Sekarang kita berpencar, aku kearah kamar mandi”, kata Andre.
    “Aku ke arah kamar”, kata Iant.
    “Aku kearah dapur”, kata John.
    “Aku …akan… ke ruang. Bawah Tanah”, kata Sam sambil memerahkan matanya.
    Mereka semua berpencar sendiri-sendiri ditemani bola api milik Andre. Tetapi Sam, mencari dengan amarah, mendalam dan sangat bahaya bila didekati. Jika Sam dilihat dari jauh, akan terlihat cahaya merah mnutupi tubuhnya. Dan jika didekati cahaya merah itu berubah menjadi hitam pekat. Yang hanya bisa merasakan ini hanyalah Andre dan Iant.
    “Hey, perasaan apa ini. Tekanan roh ini basar sekali. Milik siapakah gerangan”, batin Andre. Yang kemudian menghubungi Iant lewat telepati. “Hey Iant, apakah kau merasakan tekanan roh yang begitu besar”. “Ya aku merasakannya, sangat besar, aku pun dibuat tak berdaya olehnya”. “lalu milik siapakah ini?”. “Tekanan roh ini milik. Sam”.

    Andre mulai khawatir mengenai keadaan Sam, dan mulai berlari menembus tembok-tembok ruangan. Mencari kemana-mana hingga akhirnya sampai di ruangan bawah tanah.
    “Sam, hentikan amarahmu. Jangan marah, atau rumh ini akan runtuh”, teriak Andre.
    “Aku tak bisa diam, aku akan menyelamatkan Dean”, kata Sam sambil berpaling menatap Andre.
    “Matamu sudah hitam, Sam. Jangan teruskan amarah ini atau kau akan dikuasai hollow. Hentikan”, kata Andre tegas.
    “Apa katamu, hollow”, Sam berkata sambil menunjukan mukanya yang lama-kelamaan di penuhi oleh topeng.
    “Saaaam, sadar. Jangan terpengaruh. AKHH…..Ss.SS…SAM. KAA..UU”, kata-kata terakhir Andre saat pedang menghujam jantungnya. Dia terkapar tak berdaya.
    “Mati, kau. Dasar kau. Orang lemah tak punya apa-apa. Cih”, kata Sam.
    Dalam sunyi malam itu Andre membayangkan dirinya yang dulu saat bersama Iant. Mengenang masa lalu, dalam pejaman matanya.
    “Ndre, bagimana kau bisa memiliki kekuatan sebesar itu”.
    “Hehe, ini adalah berkat alam yang memberkatiku. Aku diberi ini untuk mennyelamatkan dunia”.
    “Bagaimana caranya”
    “Hanya dengan tekad. Tekad untuk menang dan memenangkan segalanya. dan semangat. Semangatlah yang membuatku bertemu denganmu”.
    “Tekad. Tekad yang bulat dan membara”.
    Tiba-tiba kata itu terngiang ditelinga Andre. “Tekad yang bulat dan membara”. Dengan kata itu, Andre memperoleh kekuatan satu juta kali kekuatan bankainya. Dan Sam merasakan tekanan roh yang berbeda dari yang tadi. Sangat dasyat dan hebat.
    “Perasaan apa ini, apakah”, lata Sam berpaling memandang Andre yang mulai melayang dengan cahaya putih menyelimutinya.
    “Bagaimana kau bisa, dengan pedang yang kubuat ini kau bisa hidup kembali”, kata Sam.
    “Jangan, berpura-pura. Kaulah Mary itu. Kau menculik Dean untuk mendapatkan Sam dan memakai kekuatannya untuk membunuhku. BENAR KAN!”, Andre menggertak. Dan asap merah keluar dari tubuh Sam yang mulai lunglai.
    “Kau benar, ini adalah aku. Analaisismu memang hebat. Seperti saat 403 tahun yang lalu. Kau sungguh berbakat, pintar, cerdas dan selalu mendapat penghargaan kota”, Kata Mary.
    “Kau takan membuatku berubah pikiran walau kau mengembalikan seluruh keluargaku, pikiranku, dan semunya. TAKAN PERNAAAAAAAH!”, teriak Andre sehingga cahayanya menilaukan mata Mary.
    “Kau akan kubunuh Mary, akan kubunuh. Aku bersumpah. KAU AKAN KU..BU..NUUUUUUUUUUH”, teriak Andre lebih keras sehingga membuat bumi ini bergoyang. Seluruh penduduk bumi lari kesana dan kesini, tsunami dimana-mana dan letusan gunung berapi tak beraturan. Iant yang mencari suara Andre menemukannya ditengah-tengah ruangan bawah tanah.
    “Andre, tenang. Hey kau Mary kan. Kau apakan Andre. Cepat jawab”, getak Iant menodongkan pedangnya.
    Lama-lama Mary menghilang bak asap ditiup dari depan Iant.
    “Hey dia, menghilang. ….Andre, tenang Andre dia sudah menghilang”.
    Amarah Andre mulai mereda. Karena melihat Iant, dia merasa utang budi untuk kata-kata penyemangat itu.
    “Ok, terima kasih”, kata Andre setelah mendarat.
    “Berterima kasih apanya. Apa aku membantumu barusan”.
    “Tidak tapi aku hanya ingin bilang. Terima Kasih”, kata Andre dengan menundukan kepala.
    Kemudian mereka berdua mencari teman-teman mereka dalam gelap. Dengan Sam digendong andre dengan telekinesis.
    “Hey John, Mengapa kau disini? Bukankah kau harus mencari Dean”, kata Iant penasaran, itu karena ia menemukan John di tengah ruang keluarga, padahal harusnya dia di dapur.
    Andre mulai penasaran, dan melihat menggunakan penglihatan sinar x-ray nya.
    “APA!!! Kau bukan John. Kau boneka Mary”, kata Andre menyeret Iant menjauh, otomatis Sam terjatuh dan tersadar.
    Benar saja, ketika ketahuan karena boneka. Dia membalikan kepalanya tanpa balik kanan. dengan Mata merah lebar, mulut tersenyum menyeringai, dan bertaring. Didepan Sam.
    “John, jangan bercanda. Aku tak takut”, kata Sam setengah sadar. Sam memang tidak tahu kalau itu boneka. Maklum sengehat sadar.
    Dengan telekinesis Sam diseret menuju depan Andre.
    “Sam sadar, lihat itu. Dia boneka”, kata Andre.
    “Apakah be… Apaaa, kau boneka. Apa aku salah lihat. Benar”, kata Sam kemudian mundur menyampingi Andre.
    “Jangan kamu takut, Aku hanya ingin memberitahu sebelum aku meledak. John, sudah kamu tahan, Dia sudah tak bisa bergerak. Sama dengan Dean. Jika kalian ingin mengambilnya dari kami, Pergilah ke bawah lonceng gereja di kota Wilderburg”, setelah mengatakan begitu, Boneka itu meledak dengan radius 100 meter. Andre dengan sigap menyelimuti dirinya dan dua temannya dengan pelindung transparan dengan kekuatan seribu kulit naga. BOMMMMM. Setelah meledak, Sam mulai marah.
    “Mengapa…., Mengapa…, Mengapa ini harus terjadi. Hiks, hiks. Dean, tunggu aku, tunggu aku. DEEEAAAAN”.
    “Hey Sam, lebih baik kita menuju kota Wilderburg. Demi Dean dan John”, kata Andre mengulurkan tangannya.
    “Ya, kita pergi”, kata Sam setelah meraih tangan Andre.
    Mereka terbang menuju Wilderburg. Dengan santai mereka terbang. Itu bertujuan untuk menghemat tenaga dan untuk memikirkan strategi bertarung nanti.
    “Hey, Andre. Kita mau menggunakan strategi apa untuk menghadapi Mary itu”, kata Iant.
    “Yang kita hadapi sekarang ini bukan Mary yang dulu. Dia lebih pintar dan licik”, kata Andre.
    “Lalu senjata apa yang akan kita pakai”, kata Sam.
    “Yang kita pakai adalah”.
    “TEKAD, SEMANGAT dan KEBERANIAN”. kata Andre menghentikan lajunya.
    “Mengapa kau berhenti Andre”, tanya Iant.
    “Ya, mengapa kita kan hatus mengejar Dean dan John”, kata Sam.
    “Aku…. hanya………………………… Lapar”, kata Andre memegang perut.
    “Ayo kita makan”, kata Iant sambil menunjuk restoran bintang enam ditengan kota.
    “Ya, tapi pelan-plan melewati gang, jangan sampai kita terlihat terbang. Atau kita akan mati”, kata Andre sambil menghilang. Yang lainnya mengikutinya.
    Setelah sampai di gang. Mereka buru-buru mengganti pakainnya dengan pakaian biasa. Tetapi tiba-tiba Andre, Iant, Sam merasakan kekuatan yang sangat dasyat yang mereka kenal. Andre merasakan ada orang dibelakang mereka dengan jarak seratus meter. Dengan sigap Andre berbalik dan menyalakan api diseluruh tangan kanannya. Tapi setelah dilihat ternyata orang yang memiliki tekanan roh yang sangat hebat itu adalah… .
    “Kau, kaukan yang….. yang”, kata Iant tegagap-gagap.
    “Kau….kau….kau…. su.suu… dah “, kata Sam lebih panik.
    “Ya. Benar akulah itu”, orang itu berkata dengan wajah menyeringai.
    Bersambung…………………………………

Tinggalkan Balasan